Tampilkan postingan dengan label Membangun peradaban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Membangun peradaban. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2011

Menggapai keberkahan di Bulan Ramadhan...

Bulan ramadhan sebentar lagi menyapa kita,,, tamu agung yang senatiasa kita sambut dengan suka cita. Akhir-akhir ini pun mulai dari bulan Rajab hingga bulan Sya’ban, tema kajian tentang ramadhan tak pernah sepi...bagi para pencinta ilmu, bagi para pencari spirit ramadhan,tarhib ramadhan adalah cara yang cukup efektif untuk lebih kenal lagi dengan ramadhan.

Di bawah ini adalah salah satu kajian tarhib ramadhan tercatat tanggal 7 Juli 2011 di Ponpes Mahasiswi Darut Sholihat, Yogyakarta...tentu saja dengan sedikit improvisasi....semoga terinspirasi dan bermanfaat.

Bulan ramadhan dikenal juga sebagai bulan kesabaran, bulan kedermawanan, dan bulan al-qur’an. Apakah makna dari Ramadhan ???

A. Bulan peningkatan prestasi ibadah

Syahru ramadhan, merupakan bulan ibadah, jadi harus lebih baik dari tahun lalu, seluruh aktivitas ibadah dioptimalkan lagi. Lalu bagaimana cara mempersiapkannya?

1. Bikin program bulanan, harian, bahkan jam

Sebagai contoh : interaksi dengan Al-Qur’an. Bulan ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an entah itu membaca, menghafal ataupun mentadaburi Al-Qur’an. Jika di bulan biasa waktu berinteraksi dengan Al-Qur’an hanya 1-3 jam dari 24 jam yang kita miliki perharinya, maka di bulan Ramadhan harus diperlama lagi. Bulan ramadhan merupakan saat yang sangat tepat untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an apalagi di waktu pagi menjelang siang, waktu yang sangat baik untuk menghafal. Seharusnya semakin berkurang umur kita, semakin bertambah hafalan qt, bukan sebaliknya....

Dalam sebulan ramadhan targetkan khatam beberapa kali. Jika tahun lalu hanya bisa khatam sekali, maka tahun ini diusahakan lebih dari itu. Misal, khatam Al-Qur’an tiap 10 hari, maka tiap hari minimal 3 juz. Kalo mau sepekan khatam, maka tiap hari 7 juz 2 lembar. Para sahabat rasulullah dapat khatam beberapa kali dalam satu bulan, bahkan ada yang bisa mengkhatamkan Al-Qur’an 3 hari sekali. Jika dipikir pikir, sebenarnya apa yang membuat para shahabat memiliki prestasi seperti itu,,, padahal waktu beribu-ribu tahun yang lalu dan sekarang sama saja, 24 jam tiap hari. Apalagi sekarang berbagai akses informasi, teknologi dan ilmu pengetahuan dapat kita rasakan justru mestinya memudahkan kita. Apa sih rahasia para sahabat nabi ???

Kuncinya adalah lancar membaca Al Qur’an karena nggak mungkin targetan tersebut dicapai orang yang terbata-bata membaca Al Qur’an. Selain itu, mereka juga hafal Al Qur’an, karena nggak mungkin, targetan tersebut dicapai oleh orang yang tidak hafal Al Qur’an, Subhanallah...

jadi Ramadhan adalah bulannya Al Qur’an. Jika qt belum lancar membaca al’Qur’an, maka bulan inilah tepatnya qt belajar,,,jika belum hafal Al Qur’an,, maka bulan inilah tepatnya untuk menghafal.

2. Tingkatkan kualitas dan amal ibadah kita

Rasulullah dan para shahabat selama 11 bulan menabung harta, dan akhirnya di bulan Ramadhan baru digunakan untuk bersedekah...Subhanallah...

Jika di bulan biasa, shalat sunnah tahajjudnya hanya 2 raka’at, maka di bulan ramadhan harus lebih baik lagi dari segi kualitas dan kuantitasnya. Jika di bulan biasa porsi untuk dunia 75% dan akhirat 25%, maka di bulan Ramadhan mestinya akhirat 75%, dan dunia 25%. Bulan Ramadhan sebaiknya tidak diisi dengan lebih banyak tidur, tetapi justru kurang tidur, karena melaksanakan ibadah dan menyebar kebaikan. Sebab...kita tak tahu apakah tahun depan qt masih bertemu dengan bulan ramadhan atau tidak...

B. Bulan mengasah kepekaan sosial

Sungguh Ramadhan merupakan bulan mulia,, jika kita memberi buka puasa bagi orang yang berpuasa, maka qt akan mendapat dua hal yaitu diampuni dosanya, dan diberi pahala seperti orang yang berpuasa. Alangkah baiknya, jika setiap hari memberikan buka puasa (ta’jil) ke orang lain,,,menjadilah donatur ta’jil, dan bukan melulu penikmat ta’jil. Selain itu, berikan zakat mal,,,seperti Rasulullah, di Bulan Ramadhan kedermawanan beliau lebih cepat dari angin yang berhembus kencang. Maksudnya,,, beliau tidak mengenal waktu, selalu bersedekah, entah pagi, siang ataupun malam.

Ada 2 hal yang kita boleh iri dengannya yaitu Seseorang yang diberi nikmat Al-Qur’an sepanjang hari dan sepanjang malam serta seseorang yang diberi rizki dan kekayaannya justru membuat dia dermawan dan semakin sayang pada sesama. Jadi tidak mengapa jika kita menjadi orang kaya,, karena dengan demikian kita dapat berusaha menjadi ahli sedekah...

Walaupun kurang lebih sisa 2 pekan lagi ramadhan tiba, semoga tidak terlambat bagi kita untuk mempersiapkan Ramadhan,, lalu apa yang harus kita lakukan ...?

1. Memperbanyak do’a kebaikan

Berdo’a semoga kita di berkahi di bulan Sya’ban ini dan dipertemukan dengan Ramadhan. Berdo’a semoga Ramadhan kita bermakna tiap detiknya, berdo’a semoga kita menjadi ahli sedekah, menyayangi dan menyantuni orang miskin. Dan banyak do’a kebaikan lainnya...

2. Menyambut kedatangannya dengan suka cita

“Barang siapa bergembira dengan kehadiran bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jazadnya dari api neraka” HR. At. Tirmidzi

Bagaimana cara menyambutnya dengan suka cita?? Anggap seolah-olah bulan Sya’ban seperti Ramadhan. Latihan puasa, tarawih, sedekah dan tilawah mulai saat ini...itulah ekspresi kegembiraan kita.

3. Bertekad untuk mengisi Ramadhan dengan keta’atan.

“ Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh sunggh) untuk mencari keridhoan kami, maka kami benar- benar akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami” QS. Al. Ankabut:69.

Buatlah janji pada diri kita sendiri untuk mengisi ramadhan tahun ini lebih baik... karena ada 3 perkara yang Allah akan bantu yaitu bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk membayar utang, Membantu seseorang untuk menolong orang lain, dan membantu seseorang yang memiliki keinginan untuk merubah dirinya ke arah lebih baik.

Semoga ramadhan tahun ini mampu meningkatkan keta’atan dan kedekatan kita pada Allah...

sungguh Allah Maha Baik^^

Rabu, 01 Juni 2011

syair untukmu,dia dan aku...

Wahai penghafal (pecinta Al-Qur’an)
sesungguhnya Allah Ar-Rahman telah mengistimewakan engkau
dengan karunia, mahkota, ruh, dan bunga nan sedap aromanya.



Wahai orang yang selalu membaca Al-Qur’an dengan tartil,
kabar gembira untukmu di hari kiamat
engkau ‘kan beruntung dengan mendapat ampunan.


Wahai pembaca ayat-ayat Al-Qur’an,
baik saat bersama banyak orang maupun dalam kesendirian,
seluruh langit turut merekah menyertaimu dan jagad raya pun menghirup aroma sedapmu

Jumat, 01 April 2011

bagaimana.mengahafal.al'quran bagi orang sibuk

Syarat yang WAJIB
1. Niat karena mengharap Keridhaan Allah.
2. Mampu membaca Al Qur’an dengan tartil (tajwid yang benar), atau setidaknya terus berusaha untuk memperbaiki kualitas bacaan Al Qur’an antum.

Berikut adalah metode:
1. Mulailah menghafal dari Juz 30 atau juz 29 atau juz 28, setelah itu silahkan mulai dari Juz 1 dan seterusnya.

2. Gunakan Mushaf Al Qur’an Huffadzh, yakni Al Qur’an cetakan standard international, di mana setiap juz-nya rata-rata terdiri dari +/- 10 lembar (20 halaman; di mana setiap halaman maksimal terdiri dari 15 baris), usahakan istiqamah dengan satu mushaf, tapi bukanlah alasan untuk tidak menghafal ketika suatu ketika lupa membawa mushaf , tetaplah menghafal meski dengan mushaf yang berbeda, ini hanya untuk lebih memudahkan antum dengan sebuah kebiasaan.

3. Persiapkan diri dengan mengatur 5 waktu khusus untuk menghafal dalam sehari, dan kami sangat menyarankan bahwa waktu tersebut adalah setiap antum selesai menunaikan shalat fardhu.

4. Setiap waktu tersebut, hafalkanlah 1 baris, jika hal tersebut masih terlalu berat bagi antum maka cukup hafal setengah baris saja setiap selesai shalat fadhu, dan jika setengah baris ini masih memberatkan bagi antum, maka ‘afwan karena kami hanya mampu menyarankan kepada antum PERBANYAKLAH ISTIGHFAR…!!! (Ikhwan dan Akhwan sekalian, dengan menghafal 1 baris setiap selesai shalat fardhu, berarti insyaa Allah dengan kesabaran dengan keistiqamahan, antum akan Menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dan jika antum hanya sangguf menghafal setengah baris setiap waktu yang telah ditentukan tersebut, maka insyaa Allah dengan kesabaran dan keistiqamahan, maka antum akan menghafal seluruh Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, sekedar mengingatkan bahwa setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI).

5. Jika memungkinkan, cobalah antum mencari sahabat atau teman yang bisa ikut menghafal bersama antum, sebab hal tersebut akan lebih menguatkan bagi antum, boleh dari saudara, teman, istri, atau suami, namun jika tak ada satu pun maka sendiri juga insyaa Allah tidak mengapa, ANTUM PASTI BISA…!!!

6. Jika antum memiliki media yang memungkinkan untuk membantu antum seperti HP, MP3/MP4 Player, atau apa saja yang dilengkapi dengan fasilitas recorder & playback maka gunakanlah media tersebut, rekam suara (bacaan) antum pada media tersebut agar antum bisa mendengarnya di setiap kesempatan sebelum tiba waktu selanjutnya, kegiatan ini sebagai media muraja’ah dengan pendengaran sekaligus melatih telinga kita untuk terbiasa tidak mendengar hal-hal yang sia-sia seperti lagu dan musik.

7. Banyak-banyak berdo’a kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar dimudahkan, diistiqamahkan untuk menghafal Al Qur’an, juga agar diberi usia, kesehatan, dan kesempatan untuk menyelesaikan cita-cita mulia ini.

8. Gunakan kesempatan Qiyam Al Layl sebagai waktu tambahan untuk memuraja’ah hafalan-hafalan antum.

MANAJEMEN KEGIATAN MENGHAFAL:

1. Target hafalan adalah 1 halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang sanggup untuk menghafal 1 baris setiap waktunya), atau setengah halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya), cara mencapainya: - Ba’da Subuh mulai hafal 1 Baris / setengah baris (pilih salah satunya sesuai kesanggupan, kemudian istiqamah-lah!!!). - Ba’da Dzhuhur tambah hafal 1 Baris / setengah baris. - Ba’da Ashar tambah hafalan 1 Baris / setengah baris. - Ba’da Maghrib tambah hafalan 1 Baris / setengah baris. - Ba’da ‘Isyaa’ tidak perlu tambah hafalan, khususkan waktu ini untuk memuraja’ah (mengulang-ulang) semua hafalan yang telah di hafal hari itu, jangan lupa di antara waktu shalat fardu, manfaatkanlah media yang antum miliki untuk memuraja’ah hafalan antum melalui pendengaran. - Lakukan hal di atas selama 4 hari berturut-turut (hingga antum menyelesaikan target antum dalam sepekan yakni 1 atau setengah halaman).

2. Dalam sepekan terdiri dari 7 hari, namun dengan metode ini insyaa Allah maksimal dalam 4 hari antum telah menyelesaikan target hafalan antum untuk sepekan, berarti masih tersisa 3 hari dalam sepekan tersebut, GUNAKANLAH 3 hari tersebut untuk memuraja’ah hafalan antum pada pekan tersebut, INGAT…!!! jangan terburu-buru untuk pindah ke hafalan selanjutnya, tetaplah istiqamah dengan target antum yakni 1 atau setengah halaman setiap pekannya.
3. Dalam sebulan, terdiri dari 4 pekan, berarti dengan metode ini antum akan menghafal 2 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya), atau 1 lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya). Dari sini bisa kita ketahui bahwa dengan metode ini kita bisa menghafal 2 juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya, atau 1 Juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal setengah baris setiap waktunya, sebab 1 Juz = 10 lembar Al Qur’an, Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, ini berarti dalam setahun tersebut ada waktu 2 bulan tersisa yang lagi-lagi bisa kita manfaatkan untuk KHUSUS memperlancar hafalan kita tersebut. Sekali lagi kami ingatkan, bahwa JANGAN menambah hafalan antum di waktu-waktu yang telah kita khususkan untuk muraja’ah.

KESIMPULAN DARI PENERAPAN METODE INI:

1. Jika antum menghafal 1 baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 15 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 2 JUZ”.

2. Jika antum menghafal setengah baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal Al Qur’an dalam waktu 30 tahun, dengan kata lain “TIADA TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 1 JUZ”.


diambil dari suatu website....YA rabb...bimbinglah aku menjadi hafidzah

generasi.pembelajar

Jadwal Harian

Selesai Subuh sampai terbitnya matahari :
Menghafal lima ayat Al-Qur’an, satu hadist, dan kesimpulan ringkas dari sebuah matn

Dari terbitnya matahari hingga waktu dzuhur : belajar formal, pergi ke kantor, bekerja, atau berdagang, dan sempatkan diri untuk sholat Dhuha

Selesai Dzuhur : membaca sejarah, sastra, berita, online, makan, dan tidur siang.

Selesai Ashar :Membaca buku-buku kitab, Tafsir, Fiqh, Risalah-risalah, Shiroh Nabi dan sahabat, dan sebagainya

Selesai Magrib : mengulang hafalan Qur’an, hadist, dan matn

Selesai Isya : mengulang pelajaran dari sekolah, mengerjakan tugas kuliah ataupun kantor, Menulis

Makan malam

Jangan lupa sebelum tidur, sempatkan diri untuk Sholat Witir tiga raka’at

Instropeksi Diri dalam sehari, hal-hal apa yang telah dilakukan, melakukan kesalahan apa saja, ibadah apa yang terlailaikan dan sebagainya. (Kalau bisa di catat)

Istighfar 3x, berniat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama

Hamdalah 3x, bersyukur akan Ni’mat hari yang telah di berikan

Targetkan aktivitas besoknya, tancapkan dalam hati dan katakan Allahu Akbar

Niatkan bangun di sepertiga malam terakhir dan tidur




Jadwal pekanan

Sempatkan puasa Sunnah minimal sepekan sekali, missal hari Senin atau Kamis

Sehari dalam sepekan untuk bersilahturrahim kepada kerabat, sahabat ataupun tetangga, missal hari Rabu

Porsikan waktu khusus untuk keluarga, missal Hari Ahad

Hari Jum’at untuk mengahayati Al-Qur’an, berdzikir, berdo’a, Sholat sunnah, perbanyak shalawat kepada Rasulullah, waktu untuk sedekah, instropeksi diri dalam sepekan, dan menata kembali harapan-harapan. (Lebih baik di catat)




Jadwal Bulanan

Puasa sunnah Ayyamul bidh tiga hari, di pertengahan bulan hijriyyah, tgl 13,14 dan 15

Pada hari tertentu dalam sebulan, sempatkan untuk I’tikaf di Masjid (For Ikhwan, Kalau akhwat cukup di rumah aja, atau bersama pasangannya). Gunakan moment ini sebagai instropeksi Diri dalam sebulan, mengumpulkan catatan-catatan instropeksi harian, dan muhasabah.

Perbaiki planning yang sempat gagal, buang segala ketidak mungkinan, ambil langkah pasti kedepan, mulailah dengan segala hal yang di anggap mudah.



Hiburan
Hiburan bagi seorang pembelajar, adalah hiburan yang baik, yang tetap menjaga nilai-nilai syar’i, sehingga ilmu lebih mudah untuk masuk.,

Lebih baik dengerin Murrotal

Variasikan dengan lagu-lagu islami jika merasa jenuh.

Hati-hati menonton TV, pada iklan-iklan sabun, atau perawatan kecantikan, yang lebih pada mengumbar aurat, (jaga pandangan bung… :D) , atau lebih baik gak usah Nonton TV. ^_^

Jaga pandangan bukan hanya pada akhwat dan di tempat umum saja, di tempat pribadi, bahkan ketika sendiri (hati-hati, setan selalu menemani hihihihi)

Porsi waktu Online jangan berlebihan. Gunakan fasilitas semaksimal mungkin untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru

Selasa, 15 Maret 2011

hidupkan cinta...



Demi cinta ku pergi
Tinggalkanmu relakanmu
Suatu hari kau kan mengerti

Siapa yang paling mencintai
Dalam mihrab cinta ku berdoa padaNya

semoga..semoga..

Jika kita mencintai Allah, maka Limpahan kasih sayang Allah akan snantiasa mmbersamai kita, dan kita akan menjadi pribadi penuh cinta,, pandangan mata yang penuh cinta, akhlak penuh kasih, mencintai orang lain melebihi cinta kepada diri kita sendiri...sungguh indah..dunia yang penuh dengan cinta

karna cinta adalah memberi...indahnya hidup dngan memberi, tak peduli balasan dari makhluk, hanya memberi untuk memperoleh cinta dari Allah, sang maha cinta

jika menjalani hidup dengan penuh cinta, cara memperolehnyapun tak akan menodai cinta..cinta yang suci hanya bisa didapatkan dengan jalan yang suci

maka bersabarlah diriku, bersabarlah hatiku, ikhtiarlah dengan cinta,, Allah yang maha cinta tak akan menyia-nyiakan hambanya yang bersungguh-sungguh menapaki jalan cinta yang suci..

maka tetaplah memohon prlindungan dari Allah, sang maha cinta, agar engkau mendapatkan cinta yang halal dengan jalan yang halal

janganlah menebar pesona kecuali pesona cinta yang sesuai dengan titahNYA

yakinlah, cinta itu akan bersemi di suatu masa yang tepat...yakinlah wahai diriku^^

Minggu, 06 Maret 2011

dia dan jogja...jodoh??!!^^


segala puji hanya milik Allah, sang pemilik skenario terbaik. harapannya 5 tahun yang lalu berbeda dengan tahun ini. berbeda dari segi apa yang diaperjuangkan dan tujuan hidupnya. pasti ada hikmah dalam segala sesuatu. dia dan jogja, itulah jodoh...

peluklah mimpimu...mungkin suatu saat Allah akan mengabulkanya.
Dahulu kala,, di desa kecil, daereh sulawesi selatan.di depan teras rumah, duduklah seorang anak gadis berambut pendek sedang berbincang-bincang dengan ayahnya yang baru pulang dari studi banding ke pulau jawa.
lalu lalang mobil di pinggir jalan seakan mewarnai rasa kangen anak ini pada ayahnya. pembicaraan ayah-anak itu berlanjut pada jogja
"anak itu : opu,,, jalan-jalan kemana sajaki di jawa???"
"ayah: uhhh...banyak nak,, ke sma taruna nusantara , ke candi borobudur, dan ke UGM"
"anak : U..Ge..Em..(dengan ekspresi heran dan takjub)
"ayah: iya,,, UGM besar sekali, luas,,, na kala luas unhas. itu jogja dikenal sebagai kota pelajar, dimana-mana mahasiswa disana pasti bawa buku, suka sekali baca buku..
"anak:(sambil membayangkan ugm versi imajinasinya sendiri)..hmmm,, opu kalo sekolahka di UGM bisaji???
"ayah: maukika kesana..???
"anak : hmm um (mengganguk)
"ayah : pergimiki na...
obrolan sederhana itu ternyata menjadi mimpi anak polos yang masih menginjak bangku SD itu.mimpi yang tersimpan dengan rapi dalam asanya

alhamdulilllah,,, kurang lebih 7 tahun setelah kejadian tersebut...mimpi itu terkabul,,, ia melanjutkan sekolah di UGM^^

Kawan, yang menakjubkan bukanlah saat ia lulus di UGM, tetapi itulah yang menjadi jalan ia mengenal islam, mengenal dakwah, bertemu dengan orang2 inspiratif, bertemu dengan sahabat yang saling mengingatkan, dan merekat ukhuwah. dia yakin, pertemuannya dengan teman satu lingkaran pengajian, pertemuannya dengan teman2 KMMF, pertemuannya dengan teman2 KKN, pertemuannya dengan teman kampusnya adalah skenarioNYA yang maha indah.takdir itu pulalah yang menjadi jalan baginya menghayati motto hidup:
"hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan sebaliknya..."

Sabtu, 25 Desember 2010

asa


“Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”,(Abu Bakar As-Shiddiq ra)"

Selasa, 21 Desember 2010

barakallah by maher zein



We're here on this special day
Our hearts are full of pleasure

A day that brings the two of you Close together
We're gathered here to celebrate
A moment you'll always treasure
We ask Allah to make your love Last forever
Let's raise our hands and make Do'a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let's all say, say, say

Baraka allahu lakuma
Wa baraka alaikuma Wa jama’a bainakuma fi khair(2x)
From now you'll share all your chores
Through heart-ship to support each other
Together worshipping Allah

Seeking His pleasure

We pray that He will fill your life With happiness and blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter
Let's raise our hands and make Do'a
Like the Prophet taught us And with one voice
Let's all say, say, say

Baraka allahu lakuma
Wa baraka alaikuma
Wa jama’a bainakuma fi khair(2x)
Baraka allah(4x) Baraka allahu lakum walana(2x) Allah barik lahuma,
Allah adim hubbahuma
Allah solli wassalim a’la rasulillah Allah tuba’laina,
Allah irdho anna
Allah ihdi khotona a’al sunnat nabiina Let's raise our hands and make Do'a
Like the Prophet taught us And with one voice Let's all say, say, say
Baraka allahu lakuma Wa baraka alaikuma
Wa jama’a bainakuma fi khair(4x)

buat my sista suci, ian dan salah satu teman KKN (msh secret) yang akan melangsungkan pernikahan beberapa waktu ke depan...

Selasa, 14 Desember 2010

sahabat hati


Apa pendapatmu tentang orang-orang yang tak pernah kau jumpai samasekali, namun begitu matamu bertemu dengan paras mereka, jiwamu melonjak dan kau tahu entah di kehidupan mana, kalian pernah bersua dan hati kalian menyatu?

Apa pendapatmu tentang orang-orang yang dengannya engkau menjadi hangat, dan saat mendengar tawa dan suara mereka, engkau menemukan jalan pulang ke rumah?

Apa pendapatmu tentang mereka yang mampu membuatmu merasa nyaman, bukan oleh indahnya kata-kata maupun eloknya tingkah laku, melainkan tindakan sesederhana bertatap dalam hening dan bercakap ringan tanpa isi, namun jiwamu beriak menyambut gelombang yang ditangkap indera dengarmu?

Apa pendapatmu tentang mereka, yang entah dengan cara bagaimana, telah menciptakan percikan di hatimu sejak pertama bertemu, walau engkau berjumpa mereka dalam kondisi terburuk dimana jiwamu nyaris patah dan yang tersisa dari tampak luarmu hanya sebentuk kekacauan?

Apa pendapatmu tentang semua hal yang disebut jalinan jiwa, reaksi kimiawi, dan hati yang melebur harmonis, yang kau dapati ketika pandangan kalian bersua?

Apa pendapatmu tentang mereka yang sanggup merebut hatimu tanpa perlu berupaya, karena jiwa kalian telah mendahului menjemput dan memagut?

Apa pendapatmu tentang mereka yang kau tatap matanya, kau dengar suaranya, kau cermati lakunya, kau simak gelaknya, dan seketika menumbuhkan cinta di hatimu?

Apa pendapatmu tentang mereka yang selalu berhasil menabur sejuk di jiwamu, bahkan ketika engkau kerontang dan meranggas?

Apa pendapatmu tentang mereka yang dapat selalu kau percayai, bahkan ketika kau mengungkap rahasia-rahasia tergelap yang tak pernah berani kau bagi kepada dunia?

Apa pendapatmu tentang mereka yang tak ragu mengembangkan tangan untuk menyambutmu dalam pelukan tanpa banyak bertanya, karena mereka tak memerlukan penjelasan untuk bisa memahamimu?

Apa pendapatmu tentang mereka yang kau tahu akan selalu menyimpan cinta bagimu, dan tak pernah alpa menyediakan sebuah ruangan di hati khusus untukmu?

Apa pendapatmu tentang mereka yang tak membutuhkan kalimat-kalimat curhat untuk bisa memahami dan menerimamu tanpa syarat serta senantiasa siap mendukungmu, apapun jalan yang kau pilih?

Apa pendapatmu tentang mereka yang kehadirannya sanggup memunculkan permata dalam dirimu? Mereka cukup ada, tanpa banyak usaha, dan kau terpukau mendapati jiwamu mampu memancarkan cahaya lebih dari yang kau tahu.

Apa pendapatmu tentang mereka yang selalu membuatmu tersenyum damai tatkala mengingat wajah atau sekadar mendengar nama mereka disebut?

Mungkin… sahabat hati.

Rabu, 08 Desember 2010

Bukan Ubun dan Bukan Kaki, Tapi Rusuk Kiri …

Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskan, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkannya ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkanlah kebaikan kebaikan kepada para wanita” (Al Bukhari, dari Abu Hurairah)

“Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskan, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkannya ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkanlah kebaikan kebaikan kepada para wanita” (Al Bukhari, dari Abu Hurairah)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orangorang yang beriman dan beramal shalih. Dan mereka yang saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran.” (Al ‘Ashr 1-3)

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi

“Kaum laki-laki adalah qawwam atas kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dank arena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu wanita shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah menjaga mereka…(An Nisa’:34)

“Dan janganlah kalian merasa iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian yang lain. Bagi para laki-laki terdapat bahagian dari apa yang mereka kerjakan, dan bagi para wanita pun terdapat bahagian dari apa yang mereka usahakan. Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”(An Nisa’:32)

“Barangsiapa mengerjakan amal keshalihan, baik ia laki-laki atapun perempuan, sedang ia seorang yang beriman, maka sungguh akan Kami berikan padanya kehidupan yang baik, dan sungguh akan Kami berikan padanya balasan yang jauh lebih baik dari apa yang mereka kerjakan” (An Nahl 97)

Subhanallah. Allah memberikan bekalan-bekalan yang istimewa bagi masing-masing laki-laki dan perempuan untuk mendukung tugas mulianya masing-masing.

Jangan sampai masalah-masalah internal seperti ini merusak amal jamai kita.

Kamis, 28 Oktober 2010

mengapa wanita mesti berjilbab

  1. Menjalankan syi’ar Islam.
  2. Berniat untuk ibadah.
  3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim.
  4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya.
  5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau.
  6. Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah).
  7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus.
  8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib.
  9. Agar kaum wanita menutup auratnya.
  10. Bukan karena gaya-gayaan.
  11. Bukan karena mengikut trend.
  12. Bukan karena berlagak sok suci.
  13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ .
  14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain.
  15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata.
  16. Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata.
  17. Saya ingin menjadi wanita solihah.
  18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa.
  19. Jilbab adalah pakaian taqwa.
  20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah.
  21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga.
  22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian.
  23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah.
  24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah.
  25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya.
  26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka.
  27. Untuk meninggikan izzah Islam.
  28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah).
  29. Jilbab lebih melindungi diri.
  30. Membuat saya lebih merasa aman.
  31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil.
  32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’.
  33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki.
  34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan.
  35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah.
  36. Menghin dari zina mata dan zina hati.
  37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri.
  38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif.
  39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang.
  40. Membuat saya lebih bersahaja.
  41. Membuat saya lebih khusyu’.
  42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah).
  43. Membuat saya malu bila berbuat dosa.
  44. Mendekatkan saya pada Allah.
  45. Mendekatkan saya pada Rasulullah.
  46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya.
  47. Mendekatkan saya pada sesama muslim.
  48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam.
  49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam.
  50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam.
  51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam.
  52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno.
  53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno.
  54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah.
  55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya.
  56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini.
  57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami.
  58. Membedakan diri dari penganut agama lain.
  59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman.
  60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah.
  61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah.
  62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman.
  63. Membuat saya lebih terlihat anggun.
  64. Membuat saya terlihat menyenangkan.
  65. Membuat saya lebih terlihat wanita.
  66. Tidak terlihat seperti laki-laki.
  67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami.
  68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah.
  69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih.
  70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula.
  71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih.
  72. Jodoh merupakan urusan Allah.
  73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya.
  74. Memudahkan saya dalam beraktifitas..
  75. Membuat lebih mudah bergerak.
  76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh
  77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat).
  78. Saya tidak suka memakai celana jeans.
  79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan.
  80. Menghemat waktu dalam berpakaian.
  81. Menghemat waktu dalam berhias.
  82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang.
  83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend.
  84. Menghemat biaya untuk membeli make up.
  85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit.
  86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.
  87. Meminimalkan penyakit kanker kulit.
  88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering.
  89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu.
  90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan.
  91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan.
  92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana.
  93. Menghindari hidup yang konsumtif.
  94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya.
  95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan.
  96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat.
  97. Lebih mudah dalam menabung.
  98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji.
  99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah.
  100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian.
  101. Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya.

Sebenarnya, pasti alasannya lebih dari 101, lebih banyak dari itu.

Selasa, 19 Oktober 2010

sepotong episode

AWALNYA ADALAH HIDAYAH
saya percaya babak demi babak dalam setiap episode kehidupan kita tidak pernah terlepas dari skenario ALLAH. Begitu pun ketika kita memutuskan untuk menjadi seorang aktivis dakwah –sebutan yang begitu berat saya rasakan- di kampus. Ya! Ketika hidayah untuk ber-Islam secara kaffah datang menyapa, kita dituntut untuk selalu memperbaiki diri. Dan ternyata itu belum cukup. Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Alangkah egoisnya kita ketika tak mau berbagi dengan saudara-saudara kita. Azzam untuk mengajak orang merasakan indahnya hidup dengan iman dan Islam pun tertanam kuat di dada.
Menjadi baik memerlukan proses. Kita tidak bisa menunggu sampai menjadi benar-benar baik, baru kemudian mengajak orang menuju kebaikan. Learning by doing pun menjadi pilihan! Kita tak pernah tahu berapa jatah usia yang diberikan-NYA. Mau tak mau proses perbaikan diri kita pun harus bersinergi dengan perbaikan ummat secara keseluruhan. Dan semua berawal dari hidayah.
Hidayah teramat mahal dan istiqomah tidaklah mudah. Beruntunglah orang yang memutuskan untuk memilih jalan dakwah. Sebab ia tidak sendirian memikul berat bebannya. Ia punya banyak saudara perjuangan yang akan menjaganya. Bukankah ALLAH pun menyukai kita berjuang dalam barisan yang teratur? Dan aktivis dakwah bukanlah status sementara ketika kita di kampus. Di manapun kita, kita adalah da’i sebelum menjadi yang lainnya. Semoga jalan dakwah ini mampu menyelamatkan kita dari adzab pedih-NYA!

PERCAYALAH, TAK ADA YANG SIA-SIA
Saya begitu terkesan dengan taushiyah yang ditulis oleh seorang ukhti dalam blognya, ”Tak ada yang sia-sia. Apa yang sudah kita lewati semuanya indah. Ya! Semua terasa indah bila dibingkai dengan bingkai dakwah.”
Mari kita bingkai tiap kejadian dengan bingkai dakwah. Berharap setiap permasalahan yang dihadiahkan untuk kita menjadikan kita lebih dewasa dan bijak. Ingatlah bahwa ALLAH tidak pernah membebani seseorang di luar batas kesanggupannya. Maka ketika kita memutuskan untuk berjalan di atas jalan dakwah, bersiaplah menghadapi segala kemungkinan. Percayalah, tak akan ada yang sia-sia.

LDK; SALAH SATU WADAH PERJUANGAN
Kesan pertama di kampus hijau tercinta –UGM- memang benar-benar hijau. Klop. Pepohonan yang rindang di berbagai penjuru kampus tidak sendirian menjadi penarik perhatian. Ada sekian banyak performance ikhwan/akhwat yang berlalu lalang sepanjang hari di ruas-ruas jalannya. Saya segera beradaptasi dan mencari tempat untuk beraktualisasi, motivasi awal untuk bergabung dengan LDK lebih karena keinginan untuk beraktualisasi. Bagi saya waktu itu, LDK adalah zona ternyaman untuk berekspresi. Baru beberapa waktu berjalan, saya tersadar bahwa LDK hanyalah salah satu wadah perjuangan di kampus. Namun saya sudah terlanjur jatuh cinta, saya tak ingin ‘mendua’ meskipun akhirnya ada amanah lain yang juga harus diterima dengan lapang dada. Saya berada di LDK selama 3 tahun.Tahun pertama di LDK (2006/2007) saya berjumpa dengan orang-orang hebat. Saya menjumpai sosok muslimah2 yang pantas dijadikan teladan. Dari mereka saya belajar betapa pentingnya perhatian, keikhlasan dan pengorbanan. Saya mencoba memahami bahwa kinerja bidang pun bukan sekedar merealisasikan program kerja yang telah dibuat. Saya menyaksikan sosok –senior- yang tenang dan selalu terkendali menghadapi setiap kondisi. Secara tidak langsung saya juga diajarkan untuk segera menetralisir rasa kecewa terhadap kenyataan yang seringkali berbeda dengan harapan. Salah satunya adalah keadaan di mana saya mendapati tidak semua pengurus aktif. Tahun kedua (2007), tidak banyak yang berubah. Di tahun ini periodesasi kelembagaan mengikuti tahun buku secara umum. Jadi masa ini merupakan tahun kepengurusan tersingkat, sekitar setengah masa kepengurusan sebelumnya. Tahun ketiga (2008), saya mendapat tanggung jawab yang lebih tinggi. Tahun ini saya mulai memahami sedikit demi sedikit hal2 yang dulu saya pertanyakan dalam hati. Meskipun begitu, masih banyak kerja-kerja yang belum optimal. Akhirnya semua kembali pada masing-masing personal. Bagaimanapun, semua mempunyai tanggungjawab untuk melakukan yang terbaik di setiap amanah yang diembannya.
Di tingkat fakultas, semester awal tentu saja saya mengikuti AAI, yang merupakan praktikum mata kuliah agama islam. Pasca itu ada kegiatan follow up, sebagai pendampingan kader mula yang terbagi dalam kelompok kecil. Saya sangat terkesan dengan pendamping saya; seorang Ukhti yang telah membuat saya belajar tentang kesabaran dan kelembutan dalam ketegasan. Tak disangka, pada akhirnya saya pun ternyata ditakdirkan menjadi konseptor AAI fakultas..
Kadang saya merasa bukan apa-apa ketika berhadapan dengan seorang aktivis yang TOP BGT; jam terbang tinggi, binaan banyak, prestasi akademis oke, pintar berorasi, jaringan luas, keluarga terkondisi, dst. Sedangkan saya? Malang nian bila hanya penuh kekurangan demi kekurangan tanpa satu pun kelebihan. Jangan-jangan saya tidak bersyukur. Jangan-jangan saya tidak mau berusaha?
Setiap orang itu unik. Begitu pun aktivis dakwah kampus. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Meskipun tawadzun tidak mudah dan kita punya banyak keterbatasan namun ALLAH telah memberi kemampuan kita untuk berusaha. Ketika di hadapkan pada sebuah kegagalan, sudah bukannya lagi seorang aktivis berputus asa.
Tak terasa usia di kampus sudah semakin berbilang. Amanah kelembagaan saya sudah selesai. Dan kini –semoga tahun terakhir di kampus- saya masih harus belajar tentang banyak hal. Sungguh, betapa kehidupan pasca kampus perlu persiapan yang matang. Medan jihad pasca kampus tentu lebih berat dan menantang.

BERTAHANLAH, SAHABAT... PERJUANGAN MASIH PANJANG
Perjumpaan selalu diikuti dengan perpisahan. Begitulah kebersamaan yang kita lalui dengan sahabat perjuangan di kampus. Semua akan menjadi kenangan. Namun semua tak berakhir di sini. Amanah sebagai seorang aktivis akan selalu melekat. Ingatlah bahwa kita telah berikrar untuk menjadi da’i sebelum menjadi yang lainnya; nahnu du’at qobla kulli syai’in! Meskipun raga tak akan lagi melangkah beriringan tapi jiwa kita tak pernah berpisah, selalu menyatu dalam cinta untuk menyeru pada-NYA. Lantunkanlah do’a rabithah sebagai pengikat hati-hati kita. Dan jangan lupa berdoa agar kelak ALLAH mengumpulkan kita kembali di tempat yang lebih baik –jannah-NYA-
Selamat berjuang! ALLAHU AKBAR!
Tulisan diatas dikutip dari sebuah blog yang sy rasa sebagian perjalanan dakwah kampusnya mirip dengan saya, tentunya dengan sedikit gubahan...
–hamba ALLAH yang dhaif-
Eka purnama putri

Kamis, 14 Oktober 2010

pesan AYAH

1988

Hari ini engkau terlahir ke dunia, anakku. Harapanku engkau kelak menjadi seorang yang kaya iman dan memperoleh fauzan’adzima, kemenangan yang besar seperti yang engkau telah dijanjikan Allah dalam Al-Quran. Sungguh kelahiranmu telah mengajarkanku makna bersyukur…

5 tahun kemudian

Tahun ini engkau memasuki sekolah dasar. Usiamu belum genap enam tahun. Bagaimana engkau dengan gagah tanpa ragu atau malu-malu melangkah memasuki ruang kelasmu. Bahkan engkau tak minta dijemput. Saat ini aku mulai menyadari sifat keberanian yang tumbuh dalam dirimu.

9 tahun kemudian

Putriku, sungguh aku pantas bangga padamu. Tahun ini engkau ikut Cerdas Cermat tingkat kabupaten. Dengan bangga aku menyaksikan engkau tampil penuh percayar diri dan aku pun bisa berkata pada teman-temanku; itu anakku…Meski tidak juara pertama, aku tetap bangga padamu. sifat rasa ingin tahumu yang besar, sabar, dan selalu tersenyum membuatku semakin selalu juara kelas.

Jika hari Ahad tiba, engkau lebih suka membantuku membersihkan taman dan rumah. jika hari libur tiba, engkau lebih suka bersamaku dianding pergi dengan ibu dan saudara-saudaramu ke rumah kakek dan nenek di seberang. padahal disana tempat lahirmu.

Kebersamaan dan kedekatanmu denganku, membuatku sering meperlakukanmu sebagai teman bercerita, dengan senang hati aku menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, membekalimu dengan pengatahuan dan mengajakmu ikut denganku ke tempatku mengajar.

13 tahun kemudian
Putriku, sungguh sifatmu yang suka ingin tahu berbuah juga. Engkau memintaku memindahkanmu ke SMP setelah sekolah di tsanawiyah. alasanmu waktu itu, karena di tsanawaiyah, kurang sekali belajar matematika. waktu itu aku sangat khawatir...karena melihat pola pergaulan remaja yang tidak benar. akhirnya , aku izinkan pindah asal kau memenuhi beberapa syaratku, yaitu jangan bergaul dengan lawan jenis terlalu intens.

Putriku, jika aku marah padamu semata-mata karena aku khawatir engkau larut dalam pola pergaulan yang tak benar, anakku.

17 tahun kemudian

Tahun ini engkau kelas 2 SMA. Engaku tumbuh menjadi gadis periang,cerdas, dan banyak teman. Putriku, disetiap bangun pagiku, aku seolah tak percaya engkau adalah putriku, putri seorang yang sering dipanggil guru, putri seorang arung larompo, akhirnya, kenekatanmu terjadi lagi. saat itu kau meminta ijin padaku agar ikut tes seleksi kelas khusus untuk bisa melanjutkan sekolah di makassar. karena melihat kegigihanmu akhirnya aku mengijinkamu. takdir sudah tertulis, akhirnya kau lulus dan melanjutkan pendidikan di makassar selama 1 tahun.kau berniat hidup mandiri dengan ngekost, padahal rumah kelurga kita ada disana. Putriku, entah mengapa aku merasa seperti kehilanganmu...

Jika terjadi sesuatu yang tidak baik pada dirimu selama melewati usia remajamu, putriku maka akulah orang yang paling bertanggung jawab atas kesalahan itu. Aku tidak behasil mendidikmu dengan cara yang Islami.

Dalam doa-doa malamku selalu kebermohon pada Rabbul ‘Izzati agar engkau dipelihara olehNya ketika lepas dari pengawasan dan pandangan mataku. kenekatanmu kembali kulihat ketikaengkau mengatakan ingin ikut tes UM UGM di jakarta. selama ini, engkau belum pernah pergi jauh bahkan keluar sulawesi.Engkau kemukakan sejumlah alasan, bahwa hidup kita tidak akan berubah ika kita tidak berusaha. usaha dulu dengan makimal, hasilnya serahkan padaNYA.disatu sisi aku kagum dengan keberanianmu mengambil keputusan, tapi disisi lain aku akan merasa semakin kehilanganmu jika takdir itu kembali tertulis.Ya Rabbana, aku tak sanggup membayangkan engkau menuntut ilmu terlalu jauh sendirian dikampung orang.

18 tahun kemudian
akhirnya takdir kembali tertulis.Dalam silsilah keluarga kita tidak satupun anak perempuan belajar ilmu sejauh dirimu di UGM, anakku, apalagi di fakultas farmasinya. Fakultas farmasi terbaik di Indonesia. aku masih ingat, ketikakita berdua berbincang- bincang di depan rumah terkait kepulanganku penataran dari jogja. waktu itu usiamu masih 10 tahun. engkau sangat serius mendengarkan ceritaku mngenai kemegahan dan keistimewaan UGM,saat itu engkau celetuk, "nanti saya juga sekolah disana opu".

22 tahun kemudian

Putriku, kini aku menulis dengan suasana yang lain. Ada begitu banyak asa tersimpan di hatiku melihat perubahan yang terjadi dalam dirimu. Engkau menjadi lebih santun, bahkan terlihat lebih dewasa.

Kurasakan rumah kita seolah-olah berpendar cahaya setiap saat dilantuni tilawah panjangmu. Gemercik suara air tengah malam menjadi irama yang kuhafal dan pantas kurenungi.

Putriku, jika aku pernah merasa bahagia, maka saat paling bahagia yang pernah kurasakan di dunia adalah saat ketika diam-diam aku memergokimu tengah menangis dalam sujud malammu…. Selalu kuyakinkan diriku bahwa akulah si pemilik mutiara cahaya hati itu, yaitu engkau putriku…

Putriku, kalau saat ini aku merasa sangat bangga padamu, maka itu amat beralasan. Engkau telah lulus menjadi sarjana. Keharuan yang menyesak dadaku mengalahkan puluhan tanya ibumu, diantaranya; mengapa engkau tidak punya teman pendamping pria seperti yang lainya? Engkau begitu sederhana, putriku,, namun, semua itu justru membuatku semakin bangga padamu. Entah darimana engkau bisa belajar begitu banyak tentang kebenaran, anakku…


Putriku, tahun ini usiaku memasuki bilangan 55 tahun.
Akhir-akhir ini tubuhku terasa semakin melemah.
aku ingin engkau mengetahui betapa besar cintaku padamu, mengapa dulu aku sering memarahimu..maafkan opu, putriku…

Kini hanya engkau satu-satunya harapanku…Aku percaya engkau dapat menjadi panutan bagi saudar-saudaramu dan lingkungamu.
Dalam diri dan jiwamu kini terhimpun beragam kapasitas keilmuan dunia dan akhirat. Kini kusadari engkau bukan saja sekedar terlahir dari rahim ibumu, tetapi juga lahir dari rahim bernama Hidayah. Semoga Allah menyertai dan memudahkan jalan yang akan engkau lalui, putriku. Amien Ya Rabbal ‘Alamiin.

(dari sedikit gubahan)