Senin, 05 September 2011

halal bi halal


Kembali ke kampung halaman tentu saja memberikan nuansa yang berbeda dari hari-hari biasanya di jogja ,seperti malam tadi :  halal bi halal ..., sepertinya memang nampak kemajuan di desa  saya ini... remaja-remajanya pun sudah sadar akan pentingnya meramaikan ramadhan. Dengan mengusung tema : Lets enjoy ramadhan with islam style,  Acara halal bi halal di desa murante (nama desa saya), tergolong menarik dan mengundang decak kagum saya...acara  dimulai dari persembahan tarian anak- anak dan remaja diiringi lagu shalawat nabi dan rumput bertasbihnya opick sebagai pembukaaan acara, saya yang datang waktu itu langsung maju dari motor untuk mengambil foto mereka, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan, batin saya...eh pas balik ke kanan, ternyata disamping saya ada evi (kakak kelas waktu tsanawiyah), senang rasanya bertemu dengan sahabat lama, kami sama-sama kaget, lalu dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol dan berakhir pada kami duduk bersama-sama dengan warga lainya di pagar orang...hehe..
Aacara dilanjutkan dengan pembacaan al-qur’an dan sari tilawah, laporan ketua panitia dan shalawat nabi oleh majelis ta’lim Desa murante, kemudian sambutan dari kepala Desa Murante. Waktu itu, sebenarnya saya juga masih menunggu firka dan fatma, untuk bersama-sama menikmati acara malam ini,ternyata mereka tidak bisa hadir,, fatma masih pusing-pusing (efek dari hamilnya ) sedangkan firka membersamai ayahnya di rumah sakit yang baru terkena musibah kecelakaan habis pulang dari shalat isya di masjid... (innalillah). Setelah tahu kabar mereka tidak bisa hadir,, ada rasa tidak enak dalam hati saya,bagaimana nanti kalo tidak ada mereka, bagaimana nanti saya malu  kalo sendiri, kalo ada temannya kan lebih merasa pede...tapi sudahlah,, tetap berprasangka baik pada Allah saja....
Sembari memikirkan hal tersebut,, tiba-tiba saya ditelpon oleh ka afdal ( ketua karang taruna Desa Murante), dan meminta saya ke belakang panggung untuk membicarakan acara selanjutnya...
Di belakang panggung sudah ada ka Afdal dan kak ita, kamipun berbincang bincang hingga diperoleh kesepakatan. Acara halal bi halal dilanjutkan dengan Fashion show semacam peragaan busana muslim oleh anak-anak usia 9-11 tahun, perwakilan dari masing masing dusun.  Melihat adek-edek iktu berlenggak- lengghok di atas panggung mengingatkan saya di masa kecil sewaktu mengikuti lomba busana muslim juga. Acara ini mampu membawa suasana menjadi muriah apalagi konsepnya dibuat seperti pemilihan putri Indonesia dicampur foto model,ada desainer dan penata riasnya (dari manohara salon) yang maju kedepan bersama semua peserta di akhir acara.
Acara kemudian dilanjutkan dengan shalawat dzikir oleh pemuda-pemuda berpakaian  putih-putih (mirip jamaah majelis adz zikranya Ustad, arifin ilham ) kemudian hikmah  halal bi halal oleh ustad rahmat SE dari Makassar. Kedua acara ini hanya bisa saya saksikan di belakang panggung dan  tidak terlalu fokus menikmatinya,...
Kemudian acar dilanjutkan dengan qasidah modern oleh remaja putri desa murante. Mereka menari dan bernyayi dengan sangat pede,, ,menjadi sajian menarik setelah sebelumnya para penonton diajak serius dengan dzikir dan ceramah....
Nah, tibalah giliran saya, membacakan pengumuman pemenang lomba,, semua nominasi pemenang (aduh, malu...batin saya). Padahal sebelumnya bukan saya saja sebenanrnya yang mengumumkan tetapi  ada firka dan teman- teman  yang lain. Konsep acara pada awalnya mau dibikin seperti pagelaran panasonic award, jadi ada yang membacakan nominasi pemenang untuk masing masing kategori lomba. Oh ya,, lombanya ada lomba peragaan shalat, hafalan surah pendek,  ceramah agama, busana muslim, kontingen peserta berasal dari masjid-masjid yang berasa di dusun murante.
Lanjut cerita, karena adanya kecelakaan bapaknya firka, teman-teman yang lain tidak mau membacakan dan akhirnya jadilah saya sendiri yang membacakan. Bismillah...inilah pertama kalinya saya tampil di depan warga desa murante...
 Tibalah di akhir acara, salam silaturahmi, saya pun ikut salaman dan bertemu dengan guru-gur u SD,dan  bapak kepala desa,. Salah satunya pak Halking, yang dulu mengajari saya agama waktu SD, yang dulu juga pernah membuat saya menangis jika mendengar kisah neraka dan nabi- nabi dari beliau, beliau juga muballig desa ini yang ketika mebawakan ceramah, sangat mengesankan. Kami bercakap-cakap dan saya lebih banyak tersenyum ketika belaiu mengatakan tidak mengenal saya, sekarang sudah besar, sudah cantik (sambil tersipu) dan berbeda dengan saya  waktu kecil ( ya iyalah...pak^^). Selanjutnya , saya juga bertemu dengan kepala desa baru (pak Harun) dan berbincang-bincang dengan beliau hingga kami meninggalkan tempat
Acara malam ini cukup meriah, saya berpikir,kenapa dulu waktu saya masih remaja disini, acara seperti ini tidak digalakkan,,, tapi syukurlah anak- anak muda sekarang di desa murante sudah peduli dan kompak....Acara  selesai jam 11.30an....alhamdulillah..

Tidak ada komentar: