Kembali ke kampung halaman tentu saja
memberikan nuansa yang berbeda dari hari-hari biasanya di jogja ,seperti malam
tadi : halal bi halal ..., sepertinya
memang nampak kemajuan di desa saya ini...
remaja-remajanya pun sudah sadar akan pentingnya meramaikan ramadhan. Dengan
mengusung tema : Lets enjoy ramadhan with islam style, Acara halal bi halal di desa murante (nama
desa saya), tergolong menarik dan mengundang decak kagum saya...acara dimulai dari persembahan tarian anak- anak
dan remaja diiringi lagu shalawat nabi dan rumput bertasbihnya opick sebagai
pembukaaan acara, saya yang datang waktu itu langsung maju dari motor untuk
mengambil foto mereka, kesempatan ini tidak boleh disia-siakan, batin saya...eh
pas balik ke kanan, ternyata disamping saya ada evi (kakak kelas waktu
tsanawiyah), senang rasanya bertemu dengan sahabat lama, kami sama-sama kaget,
lalu dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol dan berakhir pada kami duduk
bersama-sama dengan warga lainya di pagar orang...hehe..
Aacara dilanjutkan dengan pembacaan al-qur’an
dan sari tilawah, laporan ketua panitia dan shalawat nabi oleh majelis ta’lim
Desa murante, kemudian sambutan dari kepala Desa Murante. Waktu itu, sebenarnya
saya juga masih menunggu firka dan fatma, untuk bersama-sama menikmati acara
malam ini,ternyata mereka tidak bisa hadir,, fatma masih pusing-pusing (efek
dari hamilnya ) sedangkan firka membersamai ayahnya di rumah sakit yang baru
terkena musibah kecelakaan habis pulang dari shalat isya di masjid...
(innalillah). Setelah tahu kabar mereka tidak bisa hadir,, ada rasa tidak enak
dalam hati saya,bagaimana nanti kalo tidak ada mereka, bagaimana nanti saya
malu kalo sendiri, kalo ada temannya kan
lebih merasa pede...tapi sudahlah,, tetap berprasangka baik pada Allah saja....
Sembari memikirkan hal tersebut,, tiba-tiba
saya ditelpon oleh ka afdal ( ketua karang taruna Desa Murante), dan meminta
saya ke belakang panggung untuk membicarakan acara selanjutnya...
Di belakang panggung sudah ada ka Afdal dan
kak ita, kamipun berbincang bincang hingga diperoleh kesepakatan. Acara halal
bi halal dilanjutkan dengan Fashion show semacam peragaan busana muslim oleh
anak-anak usia 9-11 tahun, perwakilan dari masing masing dusun. Melihat adek-edek iktu berlenggak- lengghok di
atas panggung mengingatkan saya di masa kecil sewaktu mengikuti lomba busana
muslim juga. Acara ini mampu membawa suasana menjadi muriah apalagi konsepnya
dibuat seperti pemilihan putri Indonesia dicampur foto model,ada desainer dan
penata riasnya (dari manohara salon) yang maju kedepan bersama semua peserta di
akhir acara.
Acara kemudian dilanjutkan dengan shalawat
dzikir oleh pemuda-pemuda berpakaian
putih-putih (mirip jamaah majelis adz zikranya Ustad, arifin ilham )
kemudian hikmah halal bi halal oleh
ustad rahmat SE dari Makassar. Kedua acara ini hanya bisa saya saksikan di
belakang panggung dan tidak terlalu
fokus menikmatinya,...
Kemudian acar dilanjutkan dengan qasidah
modern oleh remaja putri desa murante. Mereka menari dan bernyayi dengan sangat
pede,, ,menjadi sajian menarik setelah sebelumnya para penonton diajak serius
dengan dzikir dan ceramah....
Nah, tibalah giliran saya, membacakan
pengumuman pemenang lomba,, semua nominasi pemenang (aduh, malu...batin saya).
Padahal sebelumnya bukan saya saja sebenanrnya yang mengumumkan tetapi ada firka dan teman- teman yang lain. Konsep acara pada awalnya mau
dibikin seperti pagelaran panasonic award, jadi ada yang membacakan nominasi
pemenang untuk masing masing kategori lomba. Oh ya,, lombanya ada lomba peragaan
shalat, hafalan surah pendek, ceramah
agama, busana muslim, kontingen peserta berasal dari masjid-masjid yang berasa
di dusun murante.
Lanjut cerita, karena adanya kecelakaan
bapaknya firka, teman-teman yang lain tidak mau membacakan dan akhirnya jadilah
saya sendiri yang membacakan. Bismillah...inilah pertama kalinya saya tampil di
depan warga desa murante...
Tibalah
di akhir acara, salam silaturahmi, saya pun ikut salaman dan bertemu dengan
guru-gur u SD,dan bapak kepala desa,.
Salah satunya pak Halking, yang dulu mengajari saya agama waktu SD, yang dulu
juga pernah membuat saya menangis jika mendengar kisah neraka dan nabi- nabi
dari beliau, beliau juga muballig desa ini yang ketika mebawakan ceramah,
sangat mengesankan. Kami bercakap-cakap dan saya lebih banyak tersenyum ketika
belaiu mengatakan tidak mengenal saya, sekarang sudah besar, sudah cantik
(sambil tersipu) dan berbeda dengan saya
waktu kecil ( ya iyalah...pak^^). Selanjutnya , saya juga bertemu dengan
kepala desa baru (pak Harun) dan berbincang-bincang dengan beliau hingga kami
meninggalkan tempat
Acara malam ini cukup meriah, saya
berpikir,kenapa dulu waktu saya masih remaja disini, acara seperti ini tidak
digalakkan,,, tapi syukurlah anak- anak muda sekarang di desa murante sudah
peduli dan kompak....Acara selesai jam
11.30an....alhamdulillah..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar