Kamis, 16 September 2010

si Putri belajar menulis part 2

Suasana kelas begitu tenamg, murid-murid duduk rapi mendengarkan celoteh wanita separuh baya yang dikenal sebagai guru bahasa Indonesia. Ditengah-tengah suasana transfer ilmu itu tiba-tiba-

”selamat pagi bu! Kata pak andi sambil mengetuk pintu

“oh pak andi, ! wanita yang sering dipanggil dengan bu Surati itu menghampiri pak andi

Mereka melakukan percakapan, namun kurang terdengar karena frekwensi suaranya kecil seperti berbisik-bisik.

Aku masih berada di luar ruangan itu, menunggu dipanggil masuk. Selang beberapa waktu, pak andi keluar dan menyuruhku masuk.

Masuklah nak! “ kata pak andi, beliau mengantarku bertemu dengan bu surati dan berjabat tangan dengannya.

Bu surati lalu mempersilahkanku memperkenalkan diri setelah sebelumnya memberi pengumuman kepada murid-murid.

Aku menatap mereka dan dengan mantap berucap sambil tersenyum

”Assalamualaikum, Perkenalkan nama saya Putri Rana Ridwansyah, Senang berjumpa dengan teman-teman semua, semoga kita bisa menjadi teman yang baik”

Setelah memperkenalkan diri, aku disuruh duduk di bangku kosong yang terletak di tengah bangku kedua dari depan. Bu Suratipun melanjutkan pelajaran.

Setelah selesai pelajaran, saatnya berkenalan dengan teman-teman sekelas, ada beberapa murid yang telah aku kenal sebelumnya, diantaranya silfi, gadis berkuncir kuda yang menyapaku pagi tadi dan rico cowok murah senyum yang menemaninya waktu itu, dia juga menjabat sebagai ketua kelas. Ada juga ani dan mita yang kukenal sejak lomba cerdas cermat sewaktu SD, dan satu lagi irvan, om dari sepupuku, kebetulan seumuran. Irvan sering datang di kompleks perumahanku, wajar saja, beliau sering mengunjungi keponakannya. Dikelas ini, mayoritas perempuan, sedangkan kaum lelaki bisa dihitung jari. Selain aku, ada satu gadis lagi yang berjilbab, namanya kunti.

Sikap ramah guru-guru dan teman-teman,membuat hari pertamaku masuk sekolah begitu menyenangkan. Suasananya sangat berbeda dengan suasana sekolahku dulu. Sepertinya aku menemukan energi baru untuk serius menuntut ilmu. Suasana persaingan cukup terasa di kelas ini.

Selang beberapa hari, tak terasa sudah 1 pekan aku pindah ke SMP 1 Budi Mulia. Berangkat ke sekolah dengan angkot dan jalan masuk ke sekolah yang berjarak dua kilo sudah menjadi kebiasaan tiap pagi, sekalian olahraga menurutku. Selama itu pula, aku cukup terkenal di sekolah ini sebagai siswa baru di kalangan guru maupun siswa. Pernah suatu ketika aku terlambat datang, dan melewati guru yang sedang mengawasi kerja bakti, tak sengaja guru-guru itu berkata yang kurang lebih seperti ini” coba lihat, itu kan anak baru, kelas 2 A kok telat”, sungguh malu aku saat itu. Ketika di perjalanan, masih sering kudengar celetukan ”eh ada anak baru”, dikantin juga seperti itu,apalagi ketika berjalan di sepanjang lorong sekolah yang terdiri dari beberapa kelas, mereka masih juga membicarakanku sebagai anak baru. Namun, aku menghadapinya dengan senyuman saja, dan hasilnya tak jarang dengan begitu kami akhirnya berkenalan. Dikelas beda lagi, aku sudah punya julukan baru, Ms. Smile, karena suka sekali senyum. Selain itu, julukan ini juga untuk menjodohkanku dengan Rico, Mr. Smile. Namun, karena sudah dari sananya kami tipe-tipe manusia yang mahal sekali untuk marah, maka hanya senyum-senyum saja ketika dijodoh-jodohkan, toh nggak ada apa-apa.

To be continued.


2 komentar:

Anonim mengatakan...

hehe...ditunggu lanjutannya,,

sangherbalis mengatakan...

nggak tahu nih lanjutannya ji^^, masih nunggu mood