Senin, 16 November 2009

Make Health, Stop Merokok

Kesehatan merupakan aset utama manusia untuk menjadi manusia produktif. Seseorang tidak akan mampu melakukan suatu kegiatan dengan baik dan optimal jika dalam keadaan sakit. Kesehatan manusia dapat dibedakan menjadi 4 aspek yaitu sehat jasmani, sehat rohani, sehat sosial, dan sehat ekonomi.

Sehat jasmani merupakan manifestasi dari tubuh dan pikiran yang sehat. Sehat rohani yaitu memiliki hubungan yang baik secara spiritual dengan sang pencipta, contohnya mampu melakukan segala perintah sang pencipta dan menjauhi segala larangannya. Hasilnya ditandai oleh adanya ketenangan batin dalam setiap aktivitas. Sehat sosial yaitu mampu bergaul, menempatkan diri dan bermanfaat bagi lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Sedangkan sehat ekonomi yaitu mampu memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan tanggung jawabnya seperti kebutuhan sandang, pangan dan papan anak dan istri. Keempat aspek tersebut saling berkaitan dan jika salah satunya terganggu maka kesehatan yang dirasakan tidaklah seimbang. Keempat aspek kesehatan tersebut merupakan modal agar hidup dapat bahagia dan tentram.

Pada zaman sekarang, kondisi masyarakat Indonesia jauh dari hal tersebut. Kemiskinan, biaya kesehatan yang mahal, dan hedonisme adalah beberapa faktor penyebabnya. Padahal setiap manusia berhak untuk merasakan kesehatan dan wajib menjaga kesehatannya sebagai bentuk rasa syukur kepada sang Pencipta. Untuk itu, diperlukan tekad dan usaha agar hal tersebut dapat ditanggulangi. Mungkin kita tidak perlu melakukan hal yang besar, kita bisa memulainya dari diri kita sendiri, dari hal-hal yang kecil. Salah satunya dengan cara menghindari rokok atau stop merokok. Mengapa rokok? Lets check it out!

Sejak dulu, rokok telah diklaim oleh ahli kesehatan sebagai perusak tubuh manusia. Hal ini tidak terlepas dari zat-zat beracun yang terkandung didalamnya dan kerugian moril maupun materil yang diciptakannya. Dengan kata lain, seorang perokok jauh dari kondisi sehat. Kita bisa melihat dari keempat aspek kesehatan yaitu:

  1. Sehat jasmani. Seorang perokok bukan hanya merugikan tubuhnya sendiri tetapi juga merugikan orang-orang sekitarnya yang turut menghisap rokok atau lebih dikenal dengan perokok pasif. Baik perokok aktif maupun perokok pasif, keduanya memiliki resiko menderita penyakit ringan sampai dengan ganas. Merokok dapat berbahaya bagi setiap organ tubuh manusia. Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat merokok yaitu abdominal aortic aneurysm, acute myeloid leukemia, cataract, cervical cancer, kidney cancer, pancreatic cancer, pneumonia, stomach cancer, bladder, esophageal, laryngeal, lung dan oral cancers, chronic lung diseases, coronary heart and cardiovascular diseases, as well as reproductive effects dan sudden infant death syndrome. Selain itu, rokok mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia dan sekurang kurangnya 400 senyawa toksik. Senyawa-senyawa toksik utama dari rokok yaitu tar (karsinogen), Nikotin (zat addiktif dan meningkatkan level kolesterol pada tubuh), serta karbon monoksida yang mampu mereduksi oksigen pada tubuh karena berikatan dengan hemoglobin. Walaupun dari penampakan luar seorang perokok kelihatan sehat bugar, tapi dia tidak meyadari telah melakukan penumpukan racun dalam tubuhnya sendiri. Sungguh sangat mengerikan bukan?? seorang perokok dapat menjadi langganan penyakit berbahaya. Selain itu, bayi yang lahir dari seorang ibu merokok selama kehamilan sebanyak 2 kali layaknya lahir secara premature dan dengan bobot tubuh yang lebih rendah. Anak-anak yang tumbuh di rumah dimana salah satu atau kedua orang tuanya merokok memiliki dua kali resiko asma, dan asma bronkitis.

  1. Sehat rohani. Rokok mengandung nikotin yang bersifat adiktif atau membuat ketagihan. Setiap agama tentu saja mengajak pada kebaikan. Beberapa wujud dari sehat rohani adalah mampu melakukan ibadah dengan khusyuk, memenuhi perintah Tuhannya, tidak merampas hak orang orang lain dan dirinya sendiri. Sehat secara rohani tidak dapat tercapai jika seseorang masih merokok. Mana mungkin ibadah akan khusyuk jika sedang melakukan ibadah terdapat asap rokok, pikiran pun tidak fokus akibat membayangkan kenikmatan dari rokok dan ingin segera menghisapnya. Selain itu, asap rokok dapat menganggu aktivitas pernapasan orang lain, bukankah itu sama halnya dengan mengambil hak orang lain?
  2. Sehat sosial. Rokok perlu dihentikan karena berakibat buruk bagi kesehatan perokok itu sendiri juga dapat menimpa orang-orang di sekitar kita. Saat ini, bukan hanya orang dewasa, anak-anak usia sekolah pun sudah banyak yang merokok. Hal tersebut dapat terjadi karena pengaruh orang-orang yang merokok disekitarnya, serbuan media dan iklan rokok baik melalui media cetak maupun media elektronik. Anak usia sekolah merupakan aset dan generasi penerus bangsa. Apa jadinya jika kesempatan mereka untuk menimba ilmu, mengasah kreativitas terganggu oleh penyakit-penyakit ganas yang menimpa mereka di usia muda? Bangsa Indonesia juga yang akan merasa rugi. Selain itu dengan menghindari rokok maka kita tidak menyebarkan polusi udara.
  3. Sehat ekonomi. Di Indonesia harga rokok berkisar diantara Rp.5000-Rp.10.000 per bungkus. Coba kita prediksikan, jika dalam seminggu, seseorang menghabiskan satu bungkus rokok, maka dalam sebulan pengeluarannya berkisar antara Rp. 20.000-40.000, setahun dapat mencapai Rp.240.000- Rp.480.000 hanya untuk rokok. Apalagi untuk pecandu rokok kelas berat pengeluarannya bisa lebih besar dari pada itu. Padahal, dana tersebut dapat menjadi modal untuk kebutuhan hidup yang lebih menguntungkan, misalnya untuk biaya sekolah anak, berwirausaha atau untuk mencukupi kebutuhan hidup baik primer maupun sekunder. Selain itu, jika seseorang sakit akibat efek buruk rokok seperti menderita asma atau bahkan kanker, maka biaya yang ditanggung akan lebih besar. Mungkin hal tersebut tidak menjadi masalah yang berarti bagi orang kaya, tapi bagaimana dengan orang miskin, untuk biaya hidup saja sudah sangat berat, apalagi ditambah biaya kesehatan. Hal ini, dapat memicu seseorang untuk melakukan tindakn kriminal karena beban hidup yang semakin berat.

Melihat efek buruk bagi kesehatan dari rokok, seyogyanya kita berusaha untuk menghindarinya. Apalagi sebagai civitas akademika dalam bidang kesehatan, kita seharusnya memberi contoh bagi masyarakat mengenai pola hidup sehat dan turut andil dalam mewujudkannya. Untuk itu, mari menjaga kesehatan, membuat dunia lebih aman dan tentram dengan stop merokok.

Tidak ada komentar: