Senin, 16 November 2009

Manusia bisa hidup karena mikroorganisme….


Pernahkah memikirkan apa yang terjadi pada ikan yang mati di laurt? Jika melihat ke dasar laut,kita tidak akan menemukan tumpukan bangkai ikan. Jadi,,,kemanakah perginya sisa-sisa ikan itu??menghilangkah?. ternyata mikrorganisme di lautlah yang secara perlahan menguraikannya, dan bangkai ikan itupun lenyap tanpa jejak.

Dunia ini dipenuhi oleh mikroorganisme,, walaupun kita tidak dapat melihatnya dengan mata telanjang.

Dalam buku the miracle of enzyme, disebutkan dalam udara yang bersih, konon ada sekitar 100 mikroorganisme dalam radius 1 cm dari titik manapun. Bahkan di lebih dari 10 km di udara dan 10 km di dalam tanah terdapat mikroorganisme. Bahkan di dalam usus manusia, terdapat banyak mikroorganisme yang disebut flora bakteri dalam usus atau flora normal. Dengan kata lain, kita hidup di dalam sup mikroorganisme.

Di dalam setiap usus manusia hidup sekitar 300 jenis dan seluruhnya sekitar 1.000 triliun bakteri usus(subhanallah...). Bakteri-bakteri itu tentu saja punya tujuan. Banyak hal yang terjadi di dalam tubuh kita yang dikerjakan oleh bakteri. Fungsi terpentingnya yaitu memproduksi enzim untuk metabolisme tubuh. Diantara bakteri- bakteri usus, terdapat bakteri jahat dan bakteri baik. Bakteri baik adalah bakteri dengan enzim antioksidan. Jika radikal bebas terproduksi di dalam usus, bakteri-bakteri baik ini mati dan memproduksi enzim antioksidan yang menetralkan radikal bebas. Di dalam usus, terdapat banyak sekali tonjolan khusus yang disebut vili. Laktobacillus yang merupakan bakteri baik, memenuhi ruang-ruang diantara tonjolan –tonjolan vili tersebut. Banyak sel yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh, seperti sel darah putih dan sel- sel pembunuh alami, semua diproduksi dalam vili-vili ini.

Di pihak lain, bakteri jahat bekerja membusukkan bahan-bahan yang tidak dapat dicerna dan pada umumnya dianggap beracun. Dengan menimbulkan fermentasi abnormal bahan-bahan yang tidak dapat dicerna dan menghasilkan gas-gas beracun, bakteri ini menstimulasi usus untuk mengeluarkan gas dan kotoran sehingga membantu menyingkirkan bahan-bahan yang tidak dapat dicerna itu secepat mungkin dari dalam tubuh.

Mikroorganisme sangat sensitif dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan mereka. Jika lingkungannya cocok untuk berkembang biak, mereka akan bertambah banyak beberapa ribu, atau bahkan beberapa juta kali lipat. Namun jika lingkungannya buruk, mereka akan punah dengan sangat cepat.

Orang-orang tidak menyukai bakteri jahat, tetapi kita sendirilah yang menciptakan lingkungan usus yang kondusif bagi bakteri jahat. Kita tidak dapat menyalahkan mikroorganisme akibat kelalaian kita yang berhubungan dengan makanan dan kebiasaan-kebiasaan gaya hidup kita. Semua tergantung pada perbuatan kita sendiri.

Tidak ada komentar: