Kehilangan sosok itu baru terasa ketika dia pergi…
Semalam kami bertemu, beliau masih seperti dulu…
Ramah,, anggun dan ceria….
Sebenarnya beliau kuajak ketemuan pas acara rutin kita
Tapi karena beliau ada acara
Kami tidak jadi ketemu
Akhirnya, malam, saya dan teman teman berencana kesana…
Dan beliaupun bersedia menyambut kami…
Waktu aku melihatnya lagi, dia tetap seperti dulu
Memeluk kami begitu hangat dengan wajah penuh senyuman, ,,,
Malam itu,,,masa terakhirku bersamanya…
Ketika dia berbicara ,,yah dia masih seperti dulu
Ku menjadi tertarik untuk mendengar topik yang dia suguhkan,,, ku menjadi tertarik dengan apa yang dia sampaikan...
Akhirnya,, kami makan malam bareng,, sampai-sampai kamipun ditraktirnya
Aku masih ingat, jika forum pekanan, beliau datang tepat waktu sesuai dengan yang disepakati, aku sering datang setelahnya,,beliau sudah mempersiapkan sarapan pagi, gorengan untuk kami juga. Karena janjiannya memang jam 6 pagi,,sambil menunngu teman yang lain, kadang aku bercerita, berkeluh kesah mengenai yang terjadi denganku, menceritakan amanahku di kampus, tapi beliau mampu memberikan solusi kepadaku, membuatku lebih tenang, sehingga hatiku merasa percaya padanya,,dia bukan sekedar kakak tapi kawan dan guru yang baik...
Akhirnya, malam itu, kami pamitan
Dengan memberikan kenangan berupa foto kami saat riyadah bareng,,saat itu sebenarnya aku ingin menangis,,rasanya tidak mau pisah
Tapi melihat senyumnya, membuatku enggan mengeluarkan air mata
Saat itu sebenarnya aku masih ingin berlama –lama dengannya....
Tapi jam akhwat membataskan...
Dan besok beliau harus berangkat bertemu dunia baru yang lebih banyak tantangannya
Terimakasih mb....
Aku masih ingat dulu saat aku bertemu dengannya...
Beliau sosok yang ceria....,selalu memberikan solusi
Beliau membimbingku dengan ketelatenan....
Sampai aku seperti ini...
Terimakasih mb....
Telah menjadi sahabatku...
Bersedia mendengar keluh kesahku yang mungkin pernah membuatmu menjadi beban...
Terimakasih mb...
Telah memotivasiku untuk menjadi murabbi sepertimu....
Engkau sangat toleran dengan sikap kami yang kadang pernah menguji kesabaranmu...
Aku masih ingat kata terakhirmu semalam,,,”tawazun ya”, kuliah dan dakwahnya seimbang, kesehatan dijaga. Semoga tetap bisa istiqamah, mb menunggu curhatan kalian mengenai mutarabbi2 baru....
Aku tidak menyangka sosok tegas dan lembut sepertimu telah mampu mengikat hati kita....
Maaf ya mb...jika selama ini eka banyak kesalahan...
Sungguh ku sangat bersyukur mengenalmu....
1 komentar:
demikian sosok seorang murobbiyah, yang menjadikan kita ingin seperti mereka.....
Posting Komentar