Sabtu, 17 Oktober 2009

fitofarmaka, lets go!!!

Tahap-tahap pengembangan dan pengujian fitofarmaka (Dep. Kes RI)

1. tahap seleksi

Proses pemilihan jenis bahan alam yang akan diteliti sesuai dengan skala prioritas sebagai berikut:

· Jenis obat alami yang diharapkan berkhasiat untuk penyakit-penyakit utama

· Jenis obat alamai yang memberikan khasiat dan kemanfaatan berdasar pengalaman pemakaian empiris sebelumnya

· Jenis OA yang diperkirakan dapat sebagai alternative pengobatan untuk penyakit-penyakit yang belum ada atau masih belum jelas pengobatannya.

2. Tahap biological screening, untuk menyaring:

· Ada/ tidaknya efek farmakologi calon fitofarmaka yang mengarah ke khasiat terapetik (pra klinik in vivo)

· Ada/ tidaknya efek keracunan akut (single dose), spectrum toksisitas jika ada, dan sistem organ yang mana yang paling peka terhadap efek keracunan tersebut (pra klinik, in vivo)

3. Tahap penelitian farmakodinamik

· Untuk melihat pengaruh calon fitofarmaka terhadap masing-masing sistem biologis organ tubuh

· Pra klinik, in vivo dan in vitro

· Tahap ini dipersyaratkan mutlak, hanya jika diperlukan saja untuk mengetahui mekanisme kerja yang lebih rinci dari calon fitofarmaka.

4. Tahap pengujian toksisitas lanjut (multiple doses)

· Toksisitas ubkronis

· Toksisitas akut

· Toksisitas khas/ khusus

5. Tahap pengembangan sediaan (formulasi)

· Mengetahui bentuk-bentuk sediaan yang memenuhi syarat mutu, keamanan, dan estetika untuk pemakaian pada manusia.

· Tata laksana teknologi farmasi dalam rangka uji klinik

o Teknologi farmasi tahap awal

o Pembakuan (standarisasi): simplisia, ekstrak , sediaan OA

o Parameter standar mutu: bahan baku OA, ekstrak, sediaan OA

6. Tahap uji klinik pada manusia

Ada 4 fase yaitu:

  • Fase 1: dilakukan pada sukarelawan sehat
  • Fase 2: dilakukan pada kelompok pasien terbatas
  • Fase 3: dilakukan pada pasien dengan jumlah yang lebiuh besar dari fase 2
  • Fase 4 : post marketing survailence, untuk melihat kemungkinan efek samping yang tidak terkendali saat uji pra klinik maupun saat uji klinik fase 1-3.

Tidak ada komentar: