Sabtu, 17 Oktober 2009

wahai ayahku yang bijaksana

Berharap berakhir dengan baik

mencoba membiarkan semuanya berlalu

biarkan waktu menghapus jejak jejak itu

biarkan rutinitasku menjadi cara melupakannya

karena semangatku kini telah kembali

karena aku sudah tidak bingung lagi

mohon maaf atas semua harapan yang telah kuciptakan tanpa sengaja

mohon maaf atas kegembiraan sesaat itu

hal ini memang sangat labil buatku

tapi aku tidak bisa

aku ingin kau mengerti

aku ingin kau bijaksana

aku ingin kau memaafkanku

aku ingin kau bahagia

kau mengenalku dari kecil hingga sekarang

apalagi kau memiliki ilmu jiwa

kau pendidik,akulah hasil didikanmu

mana mungkin aku akan berpikiran seperti yang ayah sangka

ayah,,tahukah…?

Engkau inspirasi utamaku untuk tetap bertahan

Tidak ada komentar: