Minggu, 17 Maret 2013

kala naik bis


Sudah hampir satu semester, saya menjadi salah satu pelanggan setia bus transjogja. Kendaraan umum ini menjadi salah satu kendaraan favorit para manusia tanpa motor seperti saya.

Saya menikmatinya….dan selalu ingin agar rasa itu ada setiap saya menaikinya. Walaupun ini bukan pengalaman pertama saya berkendaraan umum, tapi satu hal yang bisa membawa suasana hati saya untuk menikmatinya adalah dengan menapak tilas perjuangan orang-orang dahulu untuk menuntut ilmu, ada yang rela berjalan kaki, bersepeda ribuan kilometer hanya untuk mendapatkan ilmu. Dan itu lebih sangat jauh heroiknya dari apa yang saya lakukan sekarang.

Kala naik bis transjogja, yang harus kita perhitungkan adalah waktu. Karena jalur bisnya tidak selalu sesuai dengan waktu kita berada di shelter. Terkadang kita harus menunggu agak lama  untuk menunggu bus jalur tertentu. Misalnya, untuk sampai ke UGM, saya membutuhkan waktu antara setengah sampai satu jam lebih, dengan rincian rute dari shelter monjali, kemudian transit di shelter condongcatur dan terakhir menuju ke shelter RS sardjito. Jadi jika kuliah jam8 pagi, saya harus sudah berada di shelter monjali maksimal jam7.20.cukup dengan membayar Rp.3000.

Kala naik bis transjogja ada hal yang menarik dan lagi-lagi membuat perjalanan saya terasa menyenangkan yaitu ternyata saya baru menyadari hobbi baru mengamati orang, kayaknya ada bakat sebagai agen inteligen...hehe...saya sering mengamati orang-orang yang berada di shelter ataupun di bus. Mencoba menerka-nerka apa yang mereka pikirkan, memperhatikan apa yang mereka lakukan, dari mana mereka, mau kemana mereka dan juga menerka-nerka hubungan satu orang dengan orang yang lain. Banyak macam karakter orang dan juga jenis orang dapat kita temui di dalam bus, mulai dari ibu2,para pelajar yang tetap setia dengan baju seragamnya, para mahasiswa, dengan berbagai model kerudung, orang tua yang sudah sepuh, orang yang berangkat kerja dan lain sebagainya. Apalagi kalo jam 15.00-jam 16.00. para pengguna trans sangat rame, seringkali saya harus berdiri dan menumpu pada gantungan, saking penuhnya. Dan inilah salah satu momen yang membuat rasa naik bis transjogja tidak meneyenangkan. Wajah-wajah letih terlihat sekali dari paras para pelajar, ada yang sambil menikmati perjalanan dengan tidur, ada pula yang diam, sambil menikmati suara dari headsetnya(saya termasuk yang ini)ada pula yang melihat bangunan bangunan diluar bus(saya juga kadang termasuk yang ini). Di tengah2 pemandangan yang kurang menyenangkan itu ada pula yang bikin touching my heart..cieee... Ada yang rela meninggalkan tempat duduknya dan memberikannya pada ibu hamil, ibu yang punya baby atau orang tua yang sudah sepuh, awesome dah lihatnya…^^

Kala di bus transjogja adalah salah satu moment yang pas untuk merenung sambil berpikir,  adanya rasa capek, rasa nggak tahan, atau pengen segera sampai ke rumah, pengen istirahat membuat saya semakin rindu akhirat...saya menyaksikan dan merasakan kala di bus  betapa dunia begitu ruwet, begitu letih, dengan panas terik matahari yang membuat keringat perlahan bercucuran, ataupun membuat energi seakan terkuras dan hanya tinggal sisa-sisa energi, bahkan ungkapan "hidup ini indah" tak pas untuk momen itu, dan saya ada pada satu titik  begitu merindukan syurga dengan segala kenikmatan yang telah dijanjikan dalam Al-qur'an. Tak ada letih, tak ada desak-desakan, semua wajah cerah dan menyenangkan, bersandar pada dipan-dipan yang bersusun, makanan halal dan tthoyyib tersaji di depan mata, dengan pasangan pasangan yang suci,  bahkan keringatpun berbau harum layaknya kasturi...aargh rindunya …:)

Tidak ada komentar: