Sudah hampir satu
semester, saya menjadi salah satu pelanggan setia bus transjogja. Kendaraan
umum ini menjadi salah satu kendaraan favorit para manusia tanpa motor seperti
saya.
Saya
menikmatinya….dan selalu ingin agar rasa itu ada setiap saya menaikinya.
Walaupun ini bukan pengalaman pertama saya berkendaraan umum, tapi satu hal
yang bisa membawa suasana hati saya untuk menikmatinya adalah dengan menapak
tilas perjuangan orang-orang dahulu untuk menuntut ilmu, ada yang rela berjalan
kaki, bersepeda ribuan kilometer hanya untuk mendapatkan ilmu. Dan itu lebih
sangat jauh heroiknya dari apa yang saya lakukan sekarang.
Kala naik bis
transjogja, yang harus kita perhitungkan adalah waktu. Karena jalur bisnya
tidak selalu sesuai dengan waktu kita berada di shelter. Terkadang kita harus
menunggu agak lama untuk menunggu bus
jalur tertentu. Misalnya, untuk sampai ke UGM, saya membutuhkan waktu antara
setengah sampai satu jam lebih, dengan rincian rute dari shelter monjali,
kemudian transit di shelter condongcatur dan terakhir menuju ke shelter RS
sardjito. Jadi jika kuliah jam8 pagi, saya harus sudah berada di shelter
monjali maksimal jam7.20.cukup dengan membayar Rp.3000.
Kala naik bis
transjogja ada hal yang menarik dan lagi-lagi membuat perjalanan saya terasa
menyenangkan yaitu ternyata saya baru menyadari hobbi baru mengamati orang,
kayaknya ada bakat sebagai agen inteligen...hehe...saya sering mengamati
orang-orang yang berada di shelter ataupun di bus. Mencoba menerka-nerka apa
yang mereka pikirkan, memperhatikan apa yang mereka lakukan, dari mana mereka,
mau kemana mereka dan juga menerka-nerka hubungan satu orang dengan orang yang
lain. Banyak macam karakter orang dan juga jenis orang dapat kita temui di
dalam bus, mulai dari ibu2,para pelajar yang tetap setia dengan baju
seragamnya, para mahasiswa, dengan berbagai model kerudung, orang tua yang
sudah sepuh, orang yang berangkat kerja dan lain sebagainya. Apalagi kalo jam
15.00-jam 16.00. para pengguna trans sangat rame, seringkali saya harus berdiri
dan menumpu pada gantungan, saking penuhnya. Dan inilah salah satu momen yang
membuat rasa naik bis transjogja tidak meneyenangkan. Wajah-wajah letih
terlihat sekali dari paras para pelajar, ada yang sambil menikmati perjalanan
dengan tidur, ada pula yang diam, sambil menikmati suara dari headsetnya(saya
termasuk yang ini)ada pula yang melihat bangunan bangunan diluar bus(saya juga
kadang termasuk yang ini). Di tengah2 pemandangan yang kurang menyenangkan itu
ada pula yang bikin touching my heart..cieee... Ada yang rela meninggalkan
tempat duduknya dan memberikannya pada ibu hamil, ibu yang punya baby atau
orang tua yang sudah sepuh, awesome dah lihatnya…^^
Kala di bus
transjogja adalah salah satu moment yang pas untuk merenung sambil
berpikir, adanya rasa capek, rasa nggak
tahan, atau pengen segera sampai ke rumah, pengen istirahat membuat saya
semakin rindu akhirat...saya menyaksikan dan merasakan kala di bus betapa dunia begitu ruwet, begitu letih,
dengan panas terik matahari yang membuat keringat perlahan bercucuran, ataupun
membuat energi seakan terkuras dan hanya tinggal sisa-sisa energi, bahkan
ungkapan "hidup ini indah" tak pas untuk momen itu, dan saya ada pada
satu titik begitu merindukan syurga
dengan segala kenikmatan yang telah dijanjikan dalam Al-qur'an. Tak ada letih,
tak ada desak-desakan, semua wajah cerah dan menyenangkan, bersandar pada
dipan-dipan yang bersusun, makanan halal dan tthoyyib tersaji di depan mata,
dengan pasangan pasangan yang suci,
bahkan keringatpun berbau harum layaknya kasturi...aargh rindunya …:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar