Sebuah kesetiaan bukanlah hal yang mudah untuk dibangun dari sebuah pernikahan. tapi itu bisa terwujud karena sebuah janji yang disepakati sebelum mengambil keputusan menjadi suami istri....
ceritanya, setelah membaca buku habibie ainun dan juga filmnya, memberi bekas dan hikmah tersendiri dalam diri saya. Saya terpukau dengan kesetiaan serta cinta sepasang suami istri tersebut. dan itu terjadi di masa sekarang.itu terjadi pada kehidupan seorang teknotrat ternama negeri ini, pak Habibie. Saya tidak menyangka dibalik kiprah beliau sebagai ilmuwan muslim, ada kisah romantis yang menjadi sumber motivasi setiap karyanya. kesetiaan ibu ainun mendampingi pak habibie dalam setiap fase hidupnya merupakan cara beliau menepati janjinya sebelum menikah. Ketika itu, ibu ainun berkata, saya mungkin tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu tapi saya akan selalu mendampingimu. dan bena,r itu yang beliau lakukan. setelah menikah, beliau meninggalkan semuanya, keluarga besarnya, karier, teman-temannya di Indonesia untuk mendampingi suamninya di Jerman dan dimanapun suaminya berada hingga akhir hayatnya.beliau memperhatikan kebutuhan suaminya, menjaga suaminya, dan selalu menampakkan senyum dan wajah yang cerah ketika bersama suaminya. ahhh...sy melting jadinya
cerita kesetiaan juga pernah dilukiskan oleh bunda teragung, Khadijah R.A kepada suaminya manusia teragung Rasulullah Muhammad SAW. Setelah menikah, beliau mengorbankan semuanya baik harta, jiwa untuk kepentingan dakwah Rasulullah hingga akhir hayatnya. Selalu memberi ketenangan pada Rasululullah, tidak menyusahkan beliau dan selalu memberi motivasi.
Di lain kesempatan, saya juga pernah membaca salah satu buku karya tere liye"rembulan jatuh di matamu".
bercerita tentang kesetiaan seorang istri mendampingi suaminya Ray,hingga akhir hayatnya. Istri tersebut sudah mengetahui makna hidupnya. Jika syurga adalah salah satu cita-cita tertinggi kita, maka berbakti kepada suami adalah salah satu kuncinya. Rasulullah bersabda “ Siapapun wanita yang meninggal dan suaminya ridho kepadanya , maka dia akan masuk surga “
( Ibnu Majah , Ath Tirmidzy , HR. Muttafaqun “Alaihi )
kesetiaan para istri tersebut, membuat saya melting, mengaduk aduk perasaan saya, membuat saya merasa menjadi orang yang sangat rumit dalam mendefinisikan sebuah makna cinta...setelah menganalisis, mengaitkan kiprah para istri tersebut, membuat saya semakin tertarik mendalami masalah keluarga,.
Ada satu kaidah yang sangat cocok dengan kisah para istri ini, yaitu ketika kita memberi perhatian yang tulus pada orang lain, bukan karena ingin juga diperhatikan atau ingin dikenang dan ingin diberi imbalan, maka ketika kita tiada, maka orang lain tersebut akan sangat merasa kehilangan kita. Itulah yang terjadi pada suami mereka, begitu merasa kehilangan dan merasa separuh jiwanya telah pergi. Mungkin pada awal-awal pernikahan, ketertarikan fisik menjadi salah satu faktor terkuat yang membuat seorang suami cinta pada istrinya, tetapi ketika waktu berlalu, rambut sudah beruban, kulit telah keriput, yang membuat seorang suami tetap setia pada istrinya bukan lagi fisik, tetapi kesamaan frekwensi, ketenangan jiwa, kebutuhan semangat serta kehangatan perhatian.
Untuk menjadi wanita ahli syurga cukuplah dengan ridho suaminya....ahhh, saya masih perlu banyak belajar. Walaupun saat ini saya belum menikah, tapi ada keinginan besar dalam hati saya, ketika saya sudah bertemu jodoh saya, saya akan berusaha setia padanya, setia mendampinginya, memperhatikannya dengan tulus.
ceritanya, setelah membaca buku habibie ainun dan juga filmnya, memberi bekas dan hikmah tersendiri dalam diri saya. Saya terpukau dengan kesetiaan serta cinta sepasang suami istri tersebut. dan itu terjadi di masa sekarang.itu terjadi pada kehidupan seorang teknotrat ternama negeri ini, pak Habibie. Saya tidak menyangka dibalik kiprah beliau sebagai ilmuwan muslim, ada kisah romantis yang menjadi sumber motivasi setiap karyanya. kesetiaan ibu ainun mendampingi pak habibie dalam setiap fase hidupnya merupakan cara beliau menepati janjinya sebelum menikah. Ketika itu, ibu ainun berkata, saya mungkin tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu tapi saya akan selalu mendampingimu. dan bena,r itu yang beliau lakukan. setelah menikah, beliau meninggalkan semuanya, keluarga besarnya, karier, teman-temannya di Indonesia untuk mendampingi suamninya di Jerman dan dimanapun suaminya berada hingga akhir hayatnya.beliau memperhatikan kebutuhan suaminya, menjaga suaminya, dan selalu menampakkan senyum dan wajah yang cerah ketika bersama suaminya. ahhh...sy melting jadinya
cerita kesetiaan juga pernah dilukiskan oleh bunda teragung, Khadijah R.A kepada suaminya manusia teragung Rasulullah Muhammad SAW. Setelah menikah, beliau mengorbankan semuanya baik harta, jiwa untuk kepentingan dakwah Rasulullah hingga akhir hayatnya. Selalu memberi ketenangan pada Rasululullah, tidak menyusahkan beliau dan selalu memberi motivasi.
Di lain kesempatan, saya juga pernah membaca salah satu buku karya tere liye"rembulan jatuh di matamu".
bercerita tentang kesetiaan seorang istri mendampingi suaminya Ray,hingga akhir hayatnya. Istri tersebut sudah mengetahui makna hidupnya. Jika syurga adalah salah satu cita-cita tertinggi kita, maka berbakti kepada suami adalah salah satu kuncinya. Rasulullah bersabda “ Siapapun wanita yang meninggal dan suaminya ridho kepadanya , maka dia akan masuk surga “
( Ibnu Majah , Ath Tirmidzy , HR. Muttafaqun “Alaihi )
kesetiaan para istri tersebut, membuat saya melting, mengaduk aduk perasaan saya, membuat saya merasa menjadi orang yang sangat rumit dalam mendefinisikan sebuah makna cinta...setelah menganalisis, mengaitkan kiprah para istri tersebut, membuat saya semakin tertarik mendalami masalah keluarga,.
Ada satu kaidah yang sangat cocok dengan kisah para istri ini, yaitu ketika kita memberi perhatian yang tulus pada orang lain, bukan karena ingin juga diperhatikan atau ingin dikenang dan ingin diberi imbalan, maka ketika kita tiada, maka orang lain tersebut akan sangat merasa kehilangan kita. Itulah yang terjadi pada suami mereka, begitu merasa kehilangan dan merasa separuh jiwanya telah pergi. Mungkin pada awal-awal pernikahan, ketertarikan fisik menjadi salah satu faktor terkuat yang membuat seorang suami cinta pada istrinya, tetapi ketika waktu berlalu, rambut sudah beruban, kulit telah keriput, yang membuat seorang suami tetap setia pada istrinya bukan lagi fisik, tetapi kesamaan frekwensi, ketenangan jiwa, kebutuhan semangat serta kehangatan perhatian.
Untuk menjadi wanita ahli syurga cukuplah dengan ridho suaminya....ahhh, saya masih perlu banyak belajar. Walaupun saat ini saya belum menikah, tapi ada keinginan besar dalam hati saya, ketika saya sudah bertemu jodoh saya, saya akan berusaha setia padanya, setia mendampinginya, memperhatikannya dengan tulus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar