Senin, 14 November 2011

first step...

Berada di rumah qur’an sangat menyenangkan. Tak terasa sudah seminggu lebih saya tinggal disana. Bertemu dengan 8 orang lainnya yang unik, punya karakter berbeda ada yang sangat girly, serius, agak lebay, atlit pencak silat dll. Semoga slogan 9 matahari cocok buat kami. Bolehlah kapan-kapan saya cerita tentang mereka  di catatan yang lain...
Berada di rumah Qur’an  untuk jangka waktu yang tidak sebentar… bagi saya adalah salah satu keputusan penting dalam hidup… mungkin  tidak biasa dan banyak yang menyayangkan bagi sebagian orang yang saya ceritakn tentang hal ini, biasanya anak perantauan setelah sekolah akan kembali ke daerahnya untuk mengabdi disana, sedangkan saya justru sebaliknya akan semakin lama disini. Bagi sebagian orang yang saya ceritakan, mungkin tidak biasa merantau lagi hanya untuk belajar al-qur’an. Biasanya terasa  sangat prestisus ketika yang dikejar adalah melanjutkan S2 bahkan sampai ke luar negeri atau bekerja di perusahaan bonafit dan lain sebagainya. Semuanya benar...namun mungkin itulah salah satu sisi kehidupan saya yang menyukai hal-hal yang tidak biasa…mimpi saya yang lain pun juga ada, dan semua sudah terencana, sisa menghendaki acc dari Allah.

Flashback…
 Berawal dari kkn 2010, saya bertemu dengan seorang akhwat penghafal qur’an. Entah kenapa sejak awal saya sudah merasa frekwnsi kami sama. Dalam beberapa kesempatan saya sering menyimak hafalannya. Hingga suatu masa , saya pun punya keinginan yang sama untuk menjadi penjaga kalam.Akhirnya kami mondok di salah pesantren penghafal. Kami merasa senang berada disana, dimana setiap hari melihat santri duduk menghafal di setiap sudut pondok  membuat kami semakin termotivasi dan bersemangat, mendengar di usia yang sangat muda SMP bahkan SD sudah hafal Al-Qur’an hingga diatas 10 juz membuat saya merasa sangat kerdil dan menyesal telah menyia-nyiakan banyak waktu tanpa berintreaksi dengan al-qur’an . Tapi keberadaan kami disana hanya sebentar…..

 Ramadhan tiba…
Setelah pulang dari pelatihan technopreneurship… saya dan sahabat saya  mencari alternative lain untuk bisa tetap menghafal.. kami menjadi partner menghafal dan muraja’ah.akhirnya kami bersepakat tiap pagi bertemu di masjid apung UGM saling menyetor hafalan hingga dhuhur tiba… rasanya sangat menyenangkan sekali, kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih dua pekan sebelum saya  pulang ke Makassar…

Ba’da lebaran
Saya  kembali ke jogja untuk mengikuti sumpahan apoteker.  Saya  dikabari oleh partner menghafal saya bahwa aka ada rumah qur’an…serasa ada harapan…
Dari situ, saya selalu mendapat update berita dari partner saya itu tentang rumah qur’an, waktu pendaftaran, seleksi dan lain sebagainya,, ,Hingga  masa’ nunggu pengumuman ‘ …
Masa itu adalah masa-masa yang penuh dilemma. apakah akan bertahan disini selama waktu yang ditentukan  untuk menghafal atau tidak, bagaimana dengan keluarga, melanjutkan studi , pekerjaan, dan sebagainya, saya saat itu pasrah… apapun… saya diterima atau tidak maka itulah yang terbaik…

Sms masuk…
Aww. Dgn Berbagai pertimbangan, kami pengelola RQ  memutuskan untuk menerima ant sebagai santri mukim. Briefing santri sabtu 22 okt jam 9-10 di RQ. Mg dimudahkan tuk hadir. Jzklh.

Alhamdulillah, entah ini musibah atau rahmat, saya masih belum percaya, karena ketika seleksi saya merasa tidak bias menjawab seluruh proses seleksi  dengan baik… Alhamdulillah.
Sejak pengumuman itu, saya merevisi peta hidup.banyak rencana yang berubah...Inilah scenario Allah… dan skenarioNya selalu yang terbaik….Semoga Allah selalu menguatkan saya

Tidak ada komentar: