Berada di rumah qur’an sangat menyenangkan. Tak terasa sudah
seminggu lebih saya tinggal disana. Bertemu dengan 8 orang lainnya yang unik,
punya karakter berbeda ada yang sangat girly, serius, agak lebay, atlit pencak
silat dll. Semoga slogan 9 matahari cocok buat kami. Bolehlah kapan-kapan saya
cerita tentang mereka di catatan yang
lain...
Berada di rumah Qur’an
untuk jangka waktu yang tidak sebentar… bagi saya adalah salah satu
keputusan penting dalam hidup… mungkin tidak biasa dan banyak yang menyayangkan bagi
sebagian orang yang saya ceritakn tentang hal ini, biasanya anak perantauan
setelah sekolah akan kembali ke daerahnya untuk mengabdi disana, sedangkan saya
justru sebaliknya akan semakin lama disini. Bagi sebagian orang yang saya
ceritakan, mungkin tidak biasa merantau lagi hanya untuk belajar al-qur’an.
Biasanya terasa sangat prestisus ketika
yang dikejar adalah melanjutkan S2 bahkan sampai ke luar negeri atau bekerja di
perusahaan bonafit dan lain sebagainya. Semuanya benar...namun mungkin itulah
salah satu sisi kehidupan saya yang menyukai hal-hal yang tidak biasa…mimpi
saya yang lain pun juga ada, dan semua sudah terencana, sisa menghendaki acc
dari Allah.
Flashback…
Berawal dari kkn
2010, saya bertemu dengan seorang akhwat penghafal qur’an. Entah kenapa sejak
awal saya sudah merasa frekwnsi kami sama. Dalam beberapa kesempatan saya
sering menyimak hafalannya. Hingga suatu masa , saya pun punya keinginan yang
sama untuk menjadi penjaga kalam.Akhirnya kami mondok di salah pesantren
penghafal. Kami merasa senang berada disana, dimana setiap hari melihat santri
duduk menghafal di setiap sudut pondok membuat kami semakin termotivasi dan bersemangat,
mendengar di usia yang sangat muda SMP bahkan SD sudah hafal Al-Qur’an hingga
diatas 10 juz membuat saya merasa sangat kerdil dan menyesal telah menyia-nyiakan
banyak waktu tanpa berintreaksi dengan al-qur’an . Tapi keberadaan kami disana
hanya sebentar…..
Ramadhan tiba…
Setelah pulang dari pelatihan technopreneurship… saya dan
sahabat saya mencari alternative lain
untuk bisa tetap menghafal.. kami menjadi partner menghafal dan muraja’ah.akhirnya
kami bersepakat tiap pagi bertemu di masjid apung UGM saling menyetor hafalan
hingga dhuhur tiba… rasanya sangat menyenangkan sekali, kegiatan ini berlangsung
selama kurang lebih dua pekan sebelum saya pulang ke Makassar…
Ba’da lebaran
Saya kembali ke jogja
untuk mengikuti sumpahan apoteker.
Saya dikabari oleh partner
menghafal saya bahwa aka ada rumah qur’an…serasa ada harapan…
Dari situ, saya selalu mendapat update berita dari partner
saya itu tentang rumah qur’an, waktu pendaftaran, seleksi dan lain sebagainya,,
,Hingga masa’ nunggu pengumuman ‘ …
Masa itu adalah masa-masa yang penuh dilemma. apakah akan
bertahan disini selama waktu yang ditentukan untuk menghafal atau tidak, bagaimana dengan
keluarga, melanjutkan studi , pekerjaan, dan sebagainya, saya saat itu pasrah…
apapun… saya diterima atau tidak maka itulah yang terbaik…
Sms masuk…
Aww. Dgn Berbagai pertimbangan, kami pengelola RQ memutuskan untuk menerima ant sebagai santri
mukim. Briefing santri sabtu 22 okt jam 9-10 di RQ. Mg dimudahkan tuk hadir.
Jzklh.
Alhamdulillah, entah ini musibah atau rahmat, saya masih
belum percaya, karena ketika seleksi saya merasa tidak bias menjawab seluruh
proses seleksi dengan baik…
Alhamdulillah.
Sejak pengumuman itu, saya merevisi peta hidup.banyak
rencana yang berubah...Inilah scenario Allah… dan skenarioNya selalu yang
terbaik….Semoga Allah selalu menguatkan saya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar