Sabtu, 13 November 2010

hadiah dari lereng merbabu

Tepat jam 13.00, mobil ambulans dengan atribut relawan masjid tiba di posko pogungrejo. Sy pun segera bersiap-siap untuk ikut bergabung dengan tim relawan. Terus terang selama sepekan jaga di pogung rejo,terbesit rasa jenuh juga. Untungnya septi (teman kampus) mengajak ikut posko kesehatan di magelang. Dan sayapun menyambutnya dengan rasa senang.

Tim relawan kali ini ada 8 orang: saya dan septi (farmasis), dewanto dan adit( dokter),mas fikri dan agus (relawan masjid jogokariyan), mb nurul dan ibunya indri (perawat). Perjalanan cukup jauh, sekitar 1 jam lebih,sesampai di daerah magelang kami memasuki “Grey area”, banyak ponon yang tumbang, patung-patung dan rumah warga tertutupi abu.Lalu, mobil pun memasuki daerah dataran tinggi di lereng gunung merbabu tepatnya daerah ketep. Dulu d daerah ini ada pertanian strawberry, namun sekarang pertanian tersebut rusak akibat abu vulkanik merapi. Pada Ketep Pass, kami mampir sebentar untuk melihat gunung merapi yang jaraknya hanya 13 km. Awan panas terlihat sangat jelas menyembur pada puncak gunung merapi. Kesempatn ini pun digunakan untuk “foto2” walau suhu sekitar terasa lebih dingin. Setelah puas menikmati suasan di puncak ketep, kami melanjutkan perjalanan ke desa yang dituju. Sy lupa nama desanya, yang jelas berada di lereng gunung merbabu.desa btersebut juga tertutup abu vulkanik merapi. Menurut cerita, rata-rata pendidikan masyarakat di tempat ini adalah sekolah dasar (SD), SMP adalah tingkat pendidikan tertinggi. Setelah menunaikan shalat ashar, kamipun segera beraksi, membuka posko kesehatan di masjid An- Nur.Warga mulai berdatangan dan beberapa saat saja, di dalam masjid sudah penuh dengan warga. Warga disana disana sangat antusias dengan kegiatan ini.

Desa ini, walaupun terpencil, tapi warganya taat beribadah. Boleh dikatakan masjid an- Nur merupakan salah satu bangunan terbagus diantara bangunan lain di desa ini. Apalagi kebiasan shalat berjama’ah sering berlangsung disini. Beda sekali dengan di kota kota besar, dimana masjidnya bagus tapi sayang, masih sedikit yang sadar untuk memakmurkan masjid.

Sekitar 2 jam, pelayanan kesehatan berlangsung, dan terasa sangat crowded. Setelah pemeriksaan tekanan darah, para pasien segera memeriksakan diri ke dokter lalu ke farmasis. Boleh dikatakan wilayah farmasis menjadi favorit. Kami seakan-akan seperti selebriti, dikerumuni para warga. Apalagi ketika ada satu yang minta OTC, yang lainpun juga akan meminta. Resep-resep terus berdatangan hingga selesai. Bahkan obat-obat OTC seperti salep, komix habis dibagikan. Sy sendiri merasa kurang optimal dalam memberikan konseling obat, apalagi mungkin saja ada kendala bahasa dengan warga yang notabenenya jawa asli.

Pyuhhh, akhirnya selesei juga…setelah shalat magrib, kami berkunjung ke salah satu rumah warga untuk istirahat sebentar, dan makan siang dirapel malam^^. Pantas saja, mb dan mas relawan masjid tadi mempersilahkan kami makan dulu sebelum beraksi, karena memang akan cukup kewalahan juga. Setelah selesai, kami pamit pulang ke jogja.

Sepanjang perjalanan pulang saya tertidur, dan baru bangun kembali setelah sampai daerah jogja, yang saya rasa cukup cepat juga. Ternyata mobil sengaja dibunyikan sirine supaya mobil bisa melaju lebih cepat.setelah sampai di daerah Jl.palagan, kami mampir makan lagi di warung makan, malam ini saya makan 2 kali^^

Waktu sudah menunjukkan jam 8.40, sy dan septi turun di daerah pogung rejo untuk mengambil kendaraan dan pulang, sedangkan teman yang lain melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing.

Hap…hap… perjalanan hari ini cukup menyenangkan dan memberikan pengalaman yang mengesankan.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

themenya ganti ya?? bagus...

Putri 1Purnama mengatakan...

iya cinta....^^