
Selama 10 hari terakhir ku mencoba untuk mengikti I’tikaf. Awalnya di dua tempat yaitu masjid kampus UGM dan Masjid Ulil albab UII. Namun, ku justru sering ke masjid di UII, karena selain suasananya lebih mendukung, disini juga kajiannya lebih bagus. Ada powerpointnya , pembahasan menarik tetapi juga, jamaah dapat mendengar dengan dekat dan tetap syar’i. Selama I’tikaf ku menemukan banyak saudara-saudara baru, setiap malam bertemu mereka dengan segala bentuk ibadah ketaatan yang lain. Ada yang tadarrus, shalat dzikir sepanjang malam , sehingga suasana spiritual sungguh sangat terasa.
Sedih rasanya ramadhan akan segera berakhir. Jika dihitung- hitung sisa beberapa hari lagi. Suasana ramadhan yang penuh dengan makna kedekatan dengan Allah, sangat membuatku merasa dekat dengan Allah. Selama I’ikaf pula aku banyak beajar dari orang –orang yang kutemui. Beberepa waktu di maskam aku bertemu dengan seorang ibu, yang sedang membaca tafsr al-Qur’an per kata. Beliau sering ke masjid bersama keluarganya. Waktu itu akupun berkeinginan semoga suatu saat bisa I’tikaf bareng dengan keluargaku. Lalu di UII, ada seorang mb yang sudah mengandung selama 9 bulan, namun, berkeinginan kuat I’tikaf, beliau selalu di masjid itu. Padahal kata dokter, masa kelahirannya sisa menunggu hari. Suaminya selalu siap siaga, pastilah juga I’tikaf di masjid. Ada juga seorang ummahat, beliau memakai cadar dan selalu membawa anaknya untuk I’tikaf juga.senangnya…, ada juga nenek-nenek yang ikut kesana. Walaupun mayoritas pelaku I’tikaf adalah wanita seusiaku dan kebanyakan dari UGM, namun, kebersamaan selama I’tikaf membuatku senang datang kesana. Oh ya, satu hal lagi, aku juga sudah bisa naik motor matic ke UII^^.
1 komentar:
http://semarakiktikafulilalbab.blogspot.com/2012/07/semarak-itikaf-masjid-ulil-albab.html#more
Posting Komentar