pernah gak sih kamu merasa apa yang kamu lakukan di luar rencana, anehnya lagi kegiatan yang tidak direncanakan justru tiba tiba terlaksana. Seperti kemarin tgl 3 Agustus 2009. biasanya dari pagi saya sudah merencanakan mau melakukan ini dan itu, bahkan sejak malam harinya sudah saya niatkan dan rencanakan kegiatan2 yang akan dilakukan esok harinya, sobat-sobat sekalian juga begitu kan???. Nah ceritanya begini nih, pagi2 saya mau masak nasi dan lauknya indomi goreng untuk sarapan pagi. Eh ternyata minyak tanahnya habis, akhirnya saya beli sarapan di warung dekat kostan (itu yang pertama). Kegiatan selanjutnya, silaturahmi ke ustadzah untuk belajar fiqh thaharah. eh ternyata pas sampai di tempat ummi, kita tidak jadi belajar karena kami hanya 2 orang, mungkin nyari teman lagi dan waktunya diganti hari lain agar transfer ilmu lebih efektif, akhirnya saya mengikuti training pemandu AAI di Auditorium kedokteran yang tidak saya rencanakan hari itu (yang kedua). setelah training, saya bertemu dengan teman2 untuk membicarakan lomba yang akan kami ikuti. Eh ternyata, untuk daftar dan administrasi lombanya sangat ribet sekali sehingga kami berniat tidak jadi ikut (yang ketiga). Ada lagi, Hari itu juga saya meniatkan ketemu dosen, eh ternyata dosennya lagi sibuk akhirnya saya batal bertemu beliau (keempat). Trus, saya melanjutkan perjalanan ke lab mikro untuk sampling hasil fermentasi hari ini sekaligus melihat hasil penguapan ekstrak endofit saya, yang ternyata sudah kering. Akhirnya saya larutkan di pelarut methanol, tapi Astagfirullah saya lupa menimbang ekstraknya untuk penentuan rendemen. Akhirnya saya uapkan kembali deh... (yang kelima). Karena sudah sore saya pun pulang ke kost dengan kondisi lelah, rencananya sore ini saya mau nyetrika baju,eh ternyata saya ketiduran sampai adzan magrib membangunkan saya (yang keenam). Mayoritas rencana saya hari itu meleset, saya menyebutnya hari kacau balau. Dan bukan hanya sekali saya mengalaminya, berkali-kali bahkan. pernah nggak sih kalian seperti itu, atau cuma saya aja ya???
Yah memang manusia hanya bisa berencana, hanya Allah yang maha menentukan apa yang terjadi, maha memutuskan segala perkara. Untuk itulah mestinya kita harus bertawakkal kepadanya, karena sebagus apapun rencana qt, sematang apapun persiapan qt, toh tidak akan terjadi jika Allah tidak menghendaki. Sesungguhnya Allah pemilik segala urusan, itu yang sering qt baca pada terjemahan Al-Qur’an. Tidak jatuh sehelai daun pun tanpa seizinNYA. So,,,kenapa kita tetap congkak dan merasa segala sesuatu bisa terselesaikan oleh diri sendiri, qt kadang sangat percaya diri dengan kemampuan kita sendiri sehingga melupakan hak Allah sebagai penentu segala kejadian. Astagfirullahaladzim…………………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar