Sabtu, 16 Mei 2015

Sekilas tentang farmasi bahan alam


nemu catatan lama,nggak tahu ditulis kapan, daripada disimpan di laptop, mending sy publish aj
Sekilas tentang farmasi bahan alam
Mengingat nama farmasi tentu kita akan mengingat obat. Farmasi merupakan jurusan yang tepat jika kita ingin tahu bagaimana proses penemuan obat, teknologi formulasi obat, hingga pelayanan obat dan pemasarannya. Salah satu fakultas farmasi terbesar di Indonesia adalah fakultas farmasi UGM. Fakultas farmasi UGM didirikan oleh kementerian kesehatan RI tanggal 27 September 1946 dengan nama perguruan tinggi ahli obat (PTAO). Sejak tahun 1977 seluruh proses belajar mengajar di Farmasi bisa diselenggarakan di Yogyakarta dalam satu kampus di Sekip utara Yogyakarta.
Untuk menunjang proses pendidikan, di farmasi terdapat fasilitas berupa laboratorium yaitu bagian biologi farmasi, bagian farmasetika, bagian kimia farmasi, bagian farmakologi dan farmasi klinik, serta perpustakaan. Studi di farmasi berlangsung selama 4 tahun dan ditambah 1 tahun program profesi. Pada kurikulum tahun 2001, program stusi farmasi (program sarjana) dibagi menjadi 2 minat saja yaitu farmasi klinis dan komunitas (FKK) dan farmasi sains dan industri (FSI), kemudian dilanjutkan dengan program profesi sebanyak 33 sks. Namun sejak tahun 2004 minat di program studi farmasi ditambah satu yaitu farmasi bahan alam (FBA).
Saya adalah salah satu mahasiswa farmasi bahan alam UGM. Masih ingat film korea ”jewel in the palace” atau ”jang geum”? kira-kira seperti itulah yang kita pelajari, bahan obat dari alam. Selama belajar di jurusan ini, kita jadi tahu ternyata tumbuhan di sekitar kita memiliki kandungan kimia yang memiliki efek terapetik. di jurusan ini, kita bukan sekedar belajar obat sintetik tapi juga obat bahan alam Bukan hanya tumbuhan, kita juga belajar bahan obat dari laut.
Secara umum, apa yang di pelajari di jurusan farmasi bahan alam sama seperti yang dipelajari di jurusan umum farmasi, namun kita lebih spesifik dan porsi studi bahan-bahan alam juga lebih banyak. Beberapa contoh mata kuliahnya yaitu biologi sel, morfologi dan taksonomi tanaman, anatomi dan fisiologi tanaman, budidaya tumbuhan obat, teknologi pasca panen, standarisasi bahan alam, hingga uji klinik tumbuhan obat. Selain itu, karena di Indonesia, obat alami juga dikenal sebagai jamu, maka disini kita juga belajar etnobotani, yang mempelajari tradisi-tradisi penggunaan obat bahan alami secara empiris oleh masyarakat, dan analisis jamu untuk menghindari jamu palsu. kita juga mempelajari kandungan kimia dari tumbuhan dan metode analisis yang dapat digunakan. Selain itu pula, kita juga mempelajari teknologi formulasi bahan alam menjadi produk farmasi dan alternatif aplikasinya seperti aromaterapi, kosmetika alami, produk suplemen, dan fitoterapi.
Jurusan ini sungguh menarik apalagi UGM merupakan pendiri awal jurusan farmasi bahan alam di Indonesia. Adanya tren ”back to nature”, dan didukung oleh nama besar UGM menjadikan jurusan ini sangat prospektif. Setelah mahasiswa menyelesaikan studi, lulusan farmasi bahan alam dapat menjadi herbalis, dan memanfatkan skill yang diperoleh pada industri jamu, industri farmasi, kosmetika dan makanan, Balai POM, dosen atau berwirausaha secara mandiri.

                                                                                    By : A. Eka Purnama Putri
                                                                        Mahasiswi Farmasi Bahan Alam UGM

Tidak ada komentar: