Minggu, 30 Maret 2014

harus begini mikirnya...



iseng2 blog walking, terus ketemu tulisan yang menarik, bermakna dan daleeem....
nih diyee, liat ke bawah

Hati-hatilah pada kata-kata yang kita ucapkan saat mendiskusikan tentang mereka, hati-hatilah terhadap ideologimu saat membanding bedanya jahiliyahnya mereka (yang ammah) dan taqwanya dirimu.

Jangan sampai bersangka-sangka, menghukum dengan hanya dengan satu pandangan, dan merasa ‘ujub akan kesucian dirimu. Saat itulah amal seorang da’i/aktivis akan tersungkur hancur bagai debu. Dan mereka yang dianggap tidak solat, tidak layak dibuat ‘jodoh’, dan mereka yang kita anggap tidak sholeh, tidak beramal, dan tidak bekerja untuk dakwah, akan melambaimu di pintu syurga.

KETAHUILAH…

Tidak semua orang yang beramal ibadah lalu menunggu-nunggu agar orang melihat akan amalnya itu. Tidak semua orang ingin kebaikannya agar diakui semua orang.

Berjalanlah kalian dimuka bumi... Tidak semua mereka yang bercelana jeans, berambut panjang dan bertato itu adalah preman. Belum tentu ikhwan yang kita tahu tidak aktif di harokah, atau bahkan tidak aktif jamaah manapun adalah orang yang ammah terhadap diennya. Tidak seharusnya juga ukhti yang mengirim SMS di malam hari dihukum menjadi PERAWAN TUA karena dijauhi ikhwan-ikhwan yang mengetahui ketidakpeduliannya dalam masalah ‘ikhtilat’.

Siapa tau..

Mereka yang kita sangkakan 'ammah' ternyata adalah ‘seseorang di sisi Allah’, sedang kita yang begitu ‘izzah dalam menjaga kata-kata dan kelakuan kita, mungkin sedang dipilih Allah untuk ke jurang neraka.

Tidak jarang saya temukan manusia ‘ammah’ ini lebih manusiawi, lebih sufi dan lebih bagus akhlaknya daripada orang soleh. Mungkin itu karena mereka sadar, mereka bukanlah ustad, ustadzah sehingga mereka tidak menunjukkan amal-amal dan luasnya ilmu agama mereka.

Kita bukanlah hakim terhadap iman dan amal manusia. Sedangkan malaikat tugasnya hanya mencatat, karena apa yang dalam hati itu hanya Allah mengetahuinya. Tidak rugi jika kita berprasangka baik, memandang diri sendiri yang tidak cukup baik. Jika tidak mampu mengontrol zhonn dalam hati, jangan pula kita sebarkan prasangka ke segenap alam. Ingatlah, surga itu banyak pintunya..

Tidak ada komentar: