Katanya pengikut
setia Baginda Muhammad SAW, tapi kok hadist nya saja nggak ada yang di hafal
satupun secara mutqin
Katanya pengen
banget ketemu baginda Nabi SAW di syurga firdaus, tapi kok jarang shalawat
Katanya kangen berat
sama baginda nabi SAW, Tapi buku shirahnya saja, belum ada yang dikhatamkan
sempurna
Ah malunya……..
Rasanya majleb-jleb,
setelah mendapat taujih dari ust. Riyadush sholihin di acara murokkas kemarin.
Serasa tertampar pipi kiri dan kanan, taujih yang berisi pemahaman surah
Muhammad : 17. di ayat itu ada kalimat sadahum huda wa atahum taqwahum, yang
maknanya menambah hidayah, hingga munculllah ketakwaan.
Salah satu cara
sadahum huda adalah menambah tsaqofah atau wawasan keilmuan, selain menghafal
30 juz, karena sayang banget kalao waktu berlalu begitu saja tanpa ditambah
pemahaman serta wawasan agama. Dengan kegiatan kegiatan sadahum huda seperti
itu, maka akan muncul ketaqwaan. Karena masing masing amal punya sisi sisi
tersendiri untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kita. Begitulah kurang
lebih inti taujih beliau.
Satu hal yang
membuat saya merenung, menyesal,malu,
bersalah, dan merasa rugi adalah, tentang tsaqofah hadist, mana mungkin
saya bisa-bisanya kangen dan pede akan bertemu Rasulullah kelak di jannatul
firdaus sedangkan hafalan hadsitnya saja masih sangat sangat sedikit, buku
shirahnya saja belum khatam. Ah malunya….
Rindu Rasulullah,
apa buktinya??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar