Perjalanan ke pernikahan wano di jakarta masih terasa
efeknya...
Kami menghabiskan waktu lebih banyak di perjalanan dibandingkan waktu untuk menghadiri walimahan tersebut. Kurang dari sejam berda
di walimahan, tapi perjalanan kesana 24 jam lebih.
Demi sebuah ukhuwah....itu yang menjadi updatean terakhir
status facebook saya sebelum berangkat ke jakarta dan juga sms balasan untuk
yuli, ketika ia tanya untuk apa saya ke jakarta...
Saat itu saya masih acuh tak acuh untuk ikut ke walimahan
teman kkn saya itu, mengingat hari sabtu saya harus menjaga apotek, setoran
hafalan belum lancar dgn deadline yang semakin dekat dan budget saya juga tidak
cukup. Namun, Allah berkehendak lain, ditengah kesulitan seperti itu, Dia memudahkan semuanya, mulai dari tiket yang
sangat murah (hanya 50rb PP), waktu yang pas,akhirnya saya berangkat. Syukurlah
ada tya yang juga bersemangat disana. Mulai dari koordinasi dengan teman-teman
kkn, tapi akhirnya tidak jadi. Tapi kami masih berharap bisa kesana. Waktu itu
tya sempat berencana untuk charter mobil khusus untuk akhwat, namun saya kurang
setuju, paling tidak ada satu putra atau 4 sekalian supaya lebih terjaga
mengingat tempatnya yang nun jauh di Jakarta. Kalo misalnya satu bisa menemani
supir, dan kalau misal empat, satunya bisa menemani supir, 3 orang di kursi
tengah dan putri di kursi belakang.
Waktu itu, sy terus terang kurang bersemangat untuk ikut,karena belum ada alternatif yang tersedia. Tapi, subhanallah teman saya
itu sangat bersemangat, bahkan dia sempat bilang tidak akan pergi kalau kami
tidak bersama. Sekali lagi, ternyata Allah mengijinkan kami pergi.
Alhamdulillah, tya dapat info lowongan mobil pas untuk 3 akhwat, yang lainnya
tentu saja ikhwan. Sempat khawatir juga sih, berangkat bersama ikhwan2 teknik
yang tidak dikenal. Sy hanya tahu koordinatornya dan itupun cuma kenal nama.
Tapi,tsiqah mengalahkan kekhwatiran itu. Mereka “saudara2” kami di jalan ini.
Akhirnya sabtu ba’da isya, kami berkumpul di masjid siswa graha, dan berangkat
dari sana. Ketika masuk ke dalam mobil, terdengar suara nasyid dan juga pop
religi. Kami duduk bertiga di bangku belakang. untuk menetralisisr lagu itu, tya menyetel
murottal agak keras dengan hapenya. Setelah semua berkumpul, para ikhwan pun
masuk ke dalam mobil, ada 5 orang ikhwan. Mereka mendengar ada suara murottal, seperti sudah paham, akhirnya suara nasyid itu dikecilkan. Jadilah perjalanan kami diiringi murottal al-Qur’an.sepanjang perjalanan, kami bisa murajaah
bersama, bahkan dibuat permainan, gantian pijat setiap satu surat selesai.
Selama perjalanan komunikasi nyaris tidak ada kecuali yang perlu-perlu saja,
selain karena sungkan tidak saling kenal, juga sudah sangat malam, kurang
akhsan. Sy hanya memperhatikan akvitas mereka yang melihat google map di laptop
dan berkordinasi terkait jalan ke jakarta lewat mana. Agak khawatir juga sih, tenyata
mereka belum jelas jalannya ke jakarta. Esok
paginya, sampailah kami di jakarta sekitar pukul 8.an. Akhirnya sampailah kami
di sebuah rumah sederhana di Bekasi, salah satu rumah ikhwannya. Sy agak risih
sebenarnya, karena baru kali ini, mampir di tempat ikhwan yang tidak di kenal
sama sekali,,tapi baiklah,, mau mampir dimana, ikut rombongan saja . Suasana
hangat sangat terasa ketika masuk di rumah itu, bertemu orang tua, saudara dan
si kecil afifah yang baru berusia 3 pekan. Subhallah,,,dia cantik sekali, dia
belum bisa melihat tapi sudah bisa mendengar, sampai- samapi tertidur lelap
mendengarkan murajaah al-Qalam.
Di rumah inilah kami
semua ta’aruf walaupun dengan suasana agak kaku, beruntung selain saya dan tya,
ada ajeng yang lumayan supel sehingga cukup mencairkan suasana. Sedangkan
ikhwannya ada pak yanuar sebagai koordinator, candra, fauzi, heru, dan reza. Setelah
sarapan dan siap-siap kami pun berangkat ke walimahan wano di masjid nurul islam. Setelah
sampai disana , sy sangat senang sekali karena bisa bertemu dengan teman-teman
yang lamaaaa tidak bertemu serta kedua mempelai, sy terharu dan tak sadar
meneteskan air mata ketika memeluk wano...ada rasa bahagia terselip disana.
Mayoritas tamunya anak tekhnik, ada yang sudah dikenal ada juga yang tidak.
Perwakilan kkn hanya 4 orang yaitu saya, tya, yoshi dan panji. Setelah berfoto
dan shalat kami pun pulang ke rumah fauzi. Kami beristirahat hingga semua
terlelap di ruang tamu itu dan tak terasa waktu sudah sore. Kami pun
bersiap-siap dan berpamitan. Ternyata ibunya fauzi sudah menyiapkan makanan
untuk dibungkus. Sungguh kami merasa beruntung dan berterima kasih pada beliau, alhamdulillah
bisa menghemat pengeluaran perjalanan. Setelah berpamitan, kami pun berangkat
pulang ke jogja.
Kali ini, ada tambahan personel, fauzi tidak ikut pulang, dan
digantikan ikbal, anak tekhnik juga. al-qur’an menemani perjalanan kita. Sekarang peserta
murojaahnya jadi 3 orang, ternya si ikbal juga ikut murojaaah, kami sempat mampir di toko oleh-oleh untuk beli kue moci
dan peyem, mampir di take rest 57 untuk shalat dan makan bersama, serta di POM
bensin untuk rehat sejenak, maklum supirnya cuma 1 orang. Tak terasa sudah
sampai ke jogja, dan kamipun berpisah dengan kesan masing-masing. Semoga
perjalanan ini berkah^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar