Rasanya sulit di percaya, ternyata selama ini saya salah
dalam membaca al-Qur’an. Bukan hanya kesalahan jali atau kesalahan besar tetapi
juga kesalahan kecil. Sy memang belum pernah belajar tahsin. Sy belajar al-Qur’an
secara otodidak. Sewaktu kecil pun, guru ngaji saya belum mengajarkan cara membaca yang terlalu
mendalam, yang saya ketahui, kalo ada huruf kemudian ada seperti bendera atau
tanda garis maka dibaca panjang, kalo ada waw, ya, dan alif amti dibaca panjang
dua harakat, dan saat itu harakat menurut saya adalah ketukan, jadi kalo misalnya dua harakat berarti dua ketukan, 4 harakat berarti 4 ketukan dan seterusnya. Tapi ternyata ketukan perhitunganya realtif dan subjektif..kalo ketukannya lama maka panjangnya juga lama, kalo ketukannya pendek,bisa jadi dibacanya juga pendek...iya kan..sy baru tahu kalo harakat idealnya dibayangkan sebagai banyaknya huruf, jadi kalo ada dua harakat, berarti bayangkan kita membaca dengan panjang dua huruf itu dan seterusnya. beberapa makharijul huruf yang saya punya selama ini salah, dan itu merupakan kesalahan besar dalam membaca karena dapat mengubah arti dari kata. astagfirullah...
saya baru menyadari hal itu ketika masuk ke rumah Qur'an. Begitu banyak pembelajaran yang sy dapat disini. dan tentu saja banyak mengubah cara saya dalam membaca a-Qur'an. Setiap huruf memilik haknya, dan sayapun berkewajiban menunaikan hak-hak itu, seperti panjang pendek huruf,makahrijul huruf, ghunnah, wakaf dan lain sebagainya. Terus terang saya merasa agak kesulitan mengubah kebiasaan yang salah ini ke cara yang benar. apalagi dalam memperbaiki hafalan. dulu saya tidak pernah berfikir hak-hak huruf itu ketika menghafal al-qur'an, saya hanya menghafal dan menghafal. dan imbasnya sekarang baru terasa, begitu sulitnya mengubah huruf yang salah, ke huruf yang benar dengan hukum-hukum bacaan yang benar. bahkan pernah saya sampai nangis saking merasa bersalahnya dan memarahi diri sendiri kenapa begitu sulit mengubah kebiasaan salah itu. apalagi saya sangat malu pada guru ngaji saya, yang sudah berkali-kali mengingatkan tetapi sy masih saja melakukan kesalahan yang sama...itupula yang membuat saya saat ini berhati-hati dalam membaca Al-qur'an, hingga tidak mencapai target tilawah seperti biasanya
Saya jadi ingat perkataan ustad Hartanto di acara Talaqi bulan lalu, ketika kita melakukan satu kesalahan dalam membaca al-Qur'an maka pasti akan ada kesalahan-kesalahan lain dalam bacaan berikutnya, jadi ketika melakukan satu kesalahan, pasti akan ada kesalahan berikutnya, hal itu karena huruf-huruf dalam al-qur'an itu bersatu, ketika ada saudaranya yang tidak ditunaikan haknya, maka huruf yang lain pun akan meminta hak yang sama, misal ketika di satu kata kita kurang panjang membacanya maka di bacaan lain pasti ada huruf yang kita baca akan kelebihan panjangnya, jika di satu kata kita salah makhraj hurufnya maka di bacaan lain, pasti akan ada yang salah makhraj hurufnya di huruf lainnya. subhanallah...
semua hal ini mengajarkan pada saya tentang rasa waspada dan hati-hati.Hati-hati dalam membaca Qalamnya. lebih baik bersusah-susah diawal demi mencapai kesempurnaan bacaan, agar apa yang saya pelajari ini bisa diajarkan suatu saat nanti pada banyak orang, daripada kesalahan itu selalu ada dan tak pernah ada niat untuk memperbaikinya. Betapa inginnya saya membaca al-qur'an dengan tartil....betapa inginya saya bersama malaikat yang mulia, Allah...mudahkanlah hamba...
1 komentar:
astaghfirullah.. aku juga salah terus selama ini berarti ;( jadi pengen ikutan RQ juga...hehe
Posting Komentar