Pekan ke-3 desember , masa yang cukup menguras tenaga dan pikiranku, mengurusi 2 acara besar yang tak disangka akan membuatku jatuh sakit.
Setelah balik dari tasikmalaya (rihlah &silaturahmi), aku mulai menyiapkan diri untuk responsi asistensi agama islam dan training MOE, tepatnya tanggal 21-24, dua acara besar itu menanti. Apalagi ditambah ngurusin LPJ dan penelitianku yang serasa dikejar-kejar. Tak heran jika pekan itu, aku sering ke kampus pagi-pagi banget dan kembali pukul 5 sore. Kuliah memang sudah tidak ada, namun ada kuliah tambahan, itupun sering telat masuk, nggak fokus mendengarkan dosen (astagfirullah…). Amanah dari dosen pembimbingkupun tak sempat kulaksanakan, syukurlah temanku sudah mengerjakan..teman2 endofit mania, maaf ya,, aku sepekan ini crowded banget,,,
Acara 1
Responsi AAI, yang berjalan 3 hari dimulai dari jam8-1 siang. Awalnya sih sudah ada jadwal penguji responsi praktek AAI untuk tiap kelas, namun karena kebetulan para pengujinya adalah orang-orang sibuk dan tidak sebanding dengan peserta AAI, akhirnya aku meminta tolong ke teman-teman penguji lain dan juga teman- teman pemandu angkatan 2007 untuk ikut menguji. Hari pertama cukup melegakan, karena acara berjalan lancar dan tepat waktu, tapi aku sedikit keteteran juga karena mesti ikut seminar skripsi temanku paginya. Hari kedua, lebih lama lagi sampai jam 2.30, rasa ngantuk menghampiri juga setelah peserta terakhir, hingga aku menyempatkan tidur sejenak dalam masjid dan masih meggunakan mukena, hingga akhirnya ada teman yang mengajak makan di kantin, waktu itu, aku baru sadar kalau belum makan siang & pagi ding. pantas saja merasa lemas, pagi tadi hanya sarapan roti dan kopi panas.
Acara 2
Sebenarnya responsi AAI berlangsung 3 hari, tapi karena tgl 23, acara training dan workshop MOE dah mulai, aku akhirnya harus turut serta disana dan mendampingi panitia. Syukurlah, teman-teman di AAI sangat pengertian. Acara ini berlangsung sampai sore selama 2 hari. Tgl 24, ternyata bukan cuma training MOE, ada juga agenda yang bersamaan, aku baru dikasih undangan H-1 dan sama-sama penting, syukurlah acaranya masih di satu kawasan, dan sebagai konskwensinya aku harus bersikap adil, membagi waktu untuk kedua acara itu, bolak balik dari ruang sidang kemudian ke lab computer lantai 3. hingga siang hari, aku mulai merasa badanku tidak enak, perlahan-lahan aku merasa panas dingin, dan lemah, nafsu makankupun berkurang akhirnya aku pinjam jaket teman untuk menghangatkan badan. temanku malah heran, (“kok dibilang dingin, ini tuh panas ka,, “). Dari sejak itu, aku sudah merasakan gelagat mau sakit, tapi aku harus tetap bertahan, hingga kedua acara ini selesai. setelah selesai, aku pun kembali ke kost dengan berjalan kaki, namun dijalan tubuhku sudah mulai lemas, kepala pusing, suhu badan naik(demam) padahal perjalanan masih jauh, dengan tenaga yang masih ada dan sugesti positif yang kuberikan untuk diriku sendiri, akhirnya sampai juga di kost-an. setelah sampai dikamar, aku segera berganti pakaian dan merebahkan badan di tempat tidur, berselimut, dan menyadari kalo aku ngedrop,, alias sakit...
Syukurlah teman-teman kost sangat baik, mereka merawat, memberikan obat, mengkompress dan memenuhi kebutuhanku,. Esoknya suhu badanku sudah mulai menurun, tapi buat ngapa-ngapain serasa berat, setiap bangkit dari tempat tidur kepalaku pusing, serasa sulit untuk menggerakkan badan, padahal hari ini aku sudah ada janji, akhirnya dengan berat hati, aku membatalkan janji dan rapat (afwan jiddan teman!!!).
Semoga hal ini, menjadi pelajaran bagi kita untuk tawazun dalam beraktivitas...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar