Sebuah kisah masa lalu hadir di benakku
Saat kulihat surau itu menyibak lembaran masa
Yang indah, bersama sahabatku
Sepotong episode, masa lalu aku
Episod sejarah, yang membuatku kini
Merasakan bahagia, dalam diri
Merubah arahan langkah dihidupku
Setiap sudut surau itu, menyimpan kisah
Kadang kurindu cerita yang
Tak pernah hilang kenangan
Bersama, mencari cahayaMU
Sepotong episode
Masa lalu aku
Episode sejarah yang membuatku kini
Merasakan bahagia dalam hidup
Beberapa bulan berpisah dengan beliau, aku baru merasa kehilangan seorang sosok yang sangat berpengaruh besar terhadap perubahan yang kualami sampai sekarang, dari masa dimana aku enggan untuk belajar islam, enggan untuk mengambil peran dalam peradaban ini, ogah-ogahan dan bahkan walaupun aku sebenarnya sudah paham tapi pura-pura nggak paham karena belum memantapkan hati untuk berada di jalan keberuntungan ini.berbagai gejolak yang kualami selama menjalani proses tarbiyah ini hingga membuatku seperti sekarang. Aku merindukan beliau, seorang sosok yang bukan hanya sebagai kakak, tapi juga guru, sahabat, pengayom, motivator buatku untuk berbuat banyak demi islam. Selama 2 hari ini, aku mendengar banyak kisah tentangnya selama masih beraktivitas di kampus. Aku tidak menyangka sosok yang selama ini dekat denganku ternyata memiliki jejak kehidupan seperti itu, aku jadi malu, dan merasa egois dan nggak perhatian dengan orang-orang disekitarku. Aku bahkan mengetahui banyak tentang dia dari orang lain. Bahkan cerita tentangnya pun telah memberikan banyak pelajaran hidup dan spirit untuk terus menapaki jalan keberuntungan ini…
aku masih ingat di surat yang beliau berikan padaku saat forum ukhuwah
“tetaplah menjadi seorang pembelajar, karena ketika seseorang berhenti belajar, maka ia berhenti bertumbuh. Tetaplah memiliki semangat yang tinggi ,tularkan semangat itu pada teman yang lain. Ilmu itu akan berkembang jika kita menyampaikannya pada orang lain. Jangan pernah berhenti, jagalah ritme aktivitasmu. Berdo’alah mudah-mudahan Allah senantiasa menempatkanmu di lingkungan orang-orang yang sholeh”
Sekitar 2 tahun lebih kita bersama, bertemu tiap pekan, telah menumbuhkan ikatan hati yang begitu kuat. Sehingga aku merasa belum siap untuk berpisah, namun, kita mesti berpisah juga…..
Setelah pertemuan terakhir kemarin, aku melihatnya masih seperti dulu, senyum yang tersungging di bibirnya, membuat hati menjadi sejuk. memang ladang amal kita telah berbeda. Aku masih di kampus dan beliau sudah ke masyarakat. Setiap orang ada porsi dan waktunya masing-masing.
persaudaraan yang didasari oleh iman akan lebih bertahan lama, karena ada iman yang mendasarinya….Allah ghoyatuna....
masih terngiang di memoriku masa-masa dimana kita bercengkerama, bermain, rihlah, makan bareng, saling menasehati, canda tawa , belajar bareng, masa-masa beliau mendikte hapalanku yang masih amburadul, mengajariku menulis arab, mengarahkanku ketika aku kesulitan mengambil keputusan, mendengar keluh kesahku, berdiskusi denganku jika ada yang aku pusingkan dan tidak masuk logikaku, dan banyak hal lain yang ngangenin....
Walaupun sekarang, telah ada orang lain yang menngantikan peranmu, namun cukup sulit bagiku untuk menggantikan posisimu di hatiku
Mb ...
terimakasih....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar