nemu catatan lama,nggak tahu ditulis kapan, daripada disimpan di laptop, mending sy publish aj
Sekilas tentang farmasi bahan alam
Mengingat nama farmasi tentu
kita akan mengingat obat. Farmasi merupakan jurusan yang tepat jika kita ingin
tahu bagaimana proses penemuan obat, teknologi formulasi obat, hingga pelayanan
obat dan pemasarannya. Salah
satu fakultas farmasi terbesar di Indonesia adalah fakultas farmasi UGM. Fakultas
farmasi UGM didirikan oleh kementerian kesehatan RI tanggal 27 September 1946
dengan nama perguruan tinggi ahli obat (PTAO). Sejak
tahun 1977 seluruh proses belajar mengajar di Farmasi bisa diselenggarakan di
Yogyakarta dalam satu kampus di Sekip utara Yogyakarta.
Untuk menunjang proses pendidikan, di farmasi terdapat
fasilitas berupa laboratorium yaitu bagian biologi farmasi, bagian farmasetika,
bagian kimia farmasi, bagian farmakologi dan farmasi klinik, serta perpustakaan.
Studi di farmasi berlangsung
selama 4 tahun dan ditambah 1 tahun program profesi. Pada kurikulum tahun 2001,
program stusi farmasi (program sarjana) dibagi menjadi 2 minat saja yaitu farmasi
klinis dan komunitas (FKK) dan farmasi sains dan industri (FSI), kemudian
dilanjutkan dengan program profesi sebanyak 33 sks. Namun sejak tahun 2004
minat di program studi farmasi ditambah satu yaitu farmasi bahan alam (FBA).
Saya adalah salah satu
mahasiswa farmasi bahan alam UGM. Masih ingat film korea ”jewel in the palace”
atau ”jang geum”? kira-kira seperti itulah yang kita pelajari, bahan obat dari
alam. Selama belajar di
jurusan ini, kita jadi tahu ternyata tumbuhan di sekitar kita memiliki
kandungan kimia yang memiliki efek terapetik. di jurusan ini, kita bukan
sekedar belajar obat sintetik tapi juga obat bahan alam Bukan hanya tumbuhan, kita
juga belajar bahan obat dari laut.
Secara umum, apa yang di
pelajari di jurusan farmasi bahan alam sama seperti yang dipelajari di jurusan
umum farmasi, namun kita lebih spesifik dan porsi studi bahan-bahan alam juga
lebih banyak. Beberapa contoh
mata kuliahnya yaitu biologi sel, morfologi dan taksonomi tanaman, anatomi dan
fisiologi tanaman, budidaya tumbuhan obat, teknologi pasca panen, standarisasi
bahan alam, hingga uji klinik tumbuhan obat. Selain itu, karena di Indonesia,
obat alami juga dikenal sebagai jamu, maka disini kita juga belajar etnobotani,
yang mempelajari tradisi-tradisi penggunaan obat bahan alami secara empiris
oleh masyarakat, dan analisis jamu untuk menghindari jamu palsu. kita juga
mempelajari kandungan kimia dari tumbuhan dan metode analisis yang dapat
digunakan. Selain itu pula, kita juga mempelajari teknologi formulasi bahan alam
menjadi produk farmasi dan alternatif aplikasinya seperti aromaterapi,
kosmetika alami, produk suplemen, dan fitoterapi.
Jurusan ini sungguh menarik
apalagi UGM merupakan pendiri awal jurusan farmasi bahan alam di Indonesia.
Adanya tren ”back to nature”, dan
didukung oleh nama besar UGM menjadikan jurusan ini sangat prospektif. Setelah
mahasiswa menyelesaikan studi, lulusan farmasi bahan alam dapat menjadi
herbalis, dan memanfatkan skill yang diperoleh pada industri jamu, industri
farmasi, kosmetika dan makanan, Balai POM, dosen atau berwirausaha secara
mandiri.
By
: A. Eka Purnama Putri
Mahasiswi
Farmasi Bahan Alam UGM
